Kejahatan di Rumah Karaoke

Kejahatan di Rumah KaraokePARA orangtua yang punya putri remaja, hendaklah berhati-hati, jangan sampai melepas pengawasan. Pasalnya, remaja putri rentan jadi korban kejahatan lelaki tak bertanggung jawab. Mereka tega berbuat apa saja terhadap perempuan, setelah itu kabur begitu saja tanpa rasa bersalah.

Nasib tragis menimpa Rh (16) siswi SMA swasta di Bantul. Pertengahan Desember lalu ia menjadi korban kebrutalan laki-laki yang baru dikenalnya itu. Mereka berkenalan melalui media sosial (medsos), untuk kemudian ketemu darat. Akhirnya peristiwa yang ditakutkan kaum perempuan benar-benar terjadi. Pelaku berinsisial Nk warga Kota Yogya mencekoki Rh dengan miras dan selanjutnya dicabuli di sebuah rumah karaoke kawasan Pantai Samas Srigading, Bantul. Tak terima dengan perlakuan Nk, korban didampingi anggota keluarganya melapor ke polisi.

Bagaimanapun kita tak bisa menimpakan kesalahan kepada Rh yang tidak hati-hati dan tak bisa memilah mana orang baik dan jahat. Orangtua tetap berperan penting, setidaknya mengawasi pergaulan putrinya. Peristiwa di atas menjadi lembaran buruk nasib pelajar di Yogya, meski kasusnya tak bisa digeneralisasi.

Sebenarnya, bila cukup keberanian, Rh bisa berteriak minta tolong ketika diboncengkan Nk menuju Pantai Samas. Pun ketika ia dijejali miras, tak serta merta pasrah hingga berakibat muntah darah. Misalnya, ia bisa tidak menelan miras tersebut, meski dijejali. Apalagi di tempat ramai (banyak orang) yang bersangkutan bisa berteriak minta tolong.

Penjahat bila berhadapan dengan massa dipastikan akan keder. Di saat itulah korban bisa menyelamatkan diri. Sementara pengelola karaoke tentu tak bisa lepas tangan begitu saja bila terjadi kejahatan di tempatnya. Membiarkan aksi kejahatan di tempat itu justru dapat dijerat tindak pidana penyertaan. Kecuali bila tindak pidana tersebut di luar kekuasaannya.

Terkadang pihak pengelola hiburan telah membuat aturan bahwa bila terjadi apa-apa di tempatnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Ditinjau dari aspek hukum, ketentuan seperti itu tak berarti apa-apa. Sebab, tak ada pihak manapun yang bisa menghilangkan hak seseorang untuk menuntut atau menggugat. Peristiwa di atas seharusnya menjadi pelajaran bagi siapapun, baik orangtua, anak maupun pengelola tempat hiburan untuk lebih berhati-hati dan melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi kejahatan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
24.000 Kartu Tani Dibagikan Pada Petani
24.000 Kartu Tani Dibagikan Pada Petani

SUKOHARJO (MERAPI)  Petani diberi batas waktu sampai akhir Januari 2018 mendaftar ke penyuluh pertanian untuk mendapat kartu tani. Tercatat sampai

Close