Modus Anak Kecelakaan

Ilustrasi Modus Anak Kecelakaan
Ilustrasi Modus Anak Kecelakaan

PENIPUAN dengan modus mengabarkan anggota keluarga mengalami kecelakaan,  bukanlah fenomena baru. Namun, anehnya modus seperti ini masih saja mujarab untuk mengelabui korbannya. Korban yang dalam keadaan panik, tak ragu  mentransfer uang atau pulsa ke rekening atau nomor HP yang ditunjuk pelaku. Kejahatan jenis ini butuh partisipasi dari korbannya.

Seperti terjadi baru-baru ini di Bantul, Suradi (46), warga Sedayu Bantul, buru-buru mengirim pulsa ke nomor HP yang ditunjuk pelaku yang mengaku anggota Polres Bantul. Pelaku semula mengabarkan anak Suradi terlibat tabrakan yang mengakibatkan korban meninggal. Bila ingin urusan cepat rampung dan anaknya tidak ditahan, Suradi diminta mengirim pulsa ke nomor HP yang ditunjuk pelaku. Total pulsa yang telah ditransfer Suradi mencapai Rp 1,5 juta.

Apa yang terjadi kemudian ? Tak lama setelah itu, anak Suradi yang dikabarkan kecelakaan pulang ke rumah dalam kondisi segar bugar. Ketika ditanya Suradi, anak tersebut tak mengalami kecelakaan apapun. Sadar telah menjadi korban penipuan, Suradi pun mendatangi Polres Bantul dan terungkap bahwa orang yang mengaku-aku anggota Polres Bantul adalah penipu. Kasus ini masih diselidiki aparat kepolisian.

Melihat modusnya, pelaku memanfaatkan kondisi psikologis korbannya. Siapa tak panik dikabari anaknya mengalami kecelakaan ? Hal itulah yang terjadi pada Suradi. Ia tak lagi bisa berpikir jernih dan menuruti semua perkataan penelepon. Dalam kondisi panik, orang mudah diarahkan, termasuk mengarahkan untuk mentransfer pulsa maupun uang.

Karena karus seperti ini sudah sering terjadi dengan modus yang sama, tapi variasinya berbeda, masyarakat tentu harus hati-hati dan waspada. Begitu menerima telepon, tak perlu panik, dengarkan dulu perkataan penelepon. Kalau penelepon mengabarkan anak mengalami kecelakaan dan penyelesaiannya melalui perdamaian, tentu harus dicek terlebih dulu, benarkah terjadi kecelakaan dan benarkah anaknya menjadi korban ?

Masyarakat harus dibiasakan melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berkompeten. Misalnya, bila dikabarkan anaknya mengalami kecelakaan, harus dicek di kantor kepolisian tempat kejadian. Polisi pasti tahu perisitwa kecelakaan yang terjadi di wilayahnya. Bisa pula dicek ke anaknya langsung, benarkah mengalami kecelakaan. Nah, selanjutnya, bila penelepon meminta transfer uang atau pulsa, justru sangat kentara bahwa penelepon adalah penipu. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Panitia Khitanan Masal saat memberikan keterangan kepada awak media
KHITAN MASSAL UNIK – Puluhan Anak Pawai Pakai Moge

BANTUL (MERAPI)- Kegiatan unik akan diselenggarakan di Sanden, Bantul, Minggu (24/12). Bertajuk aksi sosial khitanan massal oleh para alumnus SMA

Close