Keamanan Karyawan Toko

Keamanan Karyawan Toko
Keamanan Karyawan Toko

PARA penjahat kini makin sadis, dan tak segan-segan menghabisi korbannya. Seperti kasus perampokan yang terjadi di Semarang baru-baru ini di minimarket Indomaret Jalan Gajah Raya, perampok yang menyamar sebagai karyawan Indomaret tega menghabisi kasir, Agung Koko Prakoso (21) warga Pati Jawa Tengah. Korban ditikam beberapa kali menggunakan senjata tajam, kemudian pelaku kabur menggondol uang Rp 2 juta dari brankas.

Aksi ini sungguh kelewat sadis. Hanya uang Rp 2 juta pelaku tega menghabisi korbannya. Seolah nyawa tidak berharga. Perampokan itu jelas sudah direncanakan. Terbukti pelaku menggunakan seragam Indomaret dan berlagak menukarkan uang. Agung pun tak curiga ketika diminta pelaku menunjukkan brankas. Pelaku beraksi cepat menikam secara membabi buta hingga korban tewas akibat mengalami luka sangat parah di bagian perut.

Polisi agak kesulitan melacak keberadaan pelaku mengingat identitasnya tak begitu jelas. Pasalnya, CCTV yang dipasang di Indomaret tempat Agung bekerja tak berfungsi dengan baik. Masalah ini tak boleh dipandang sepele oleh manajemen Indomaret. Mengapa ? Banyak peristiwa kriminal berhasil diungkap berkat rekaman CCTV. Pihak manajemen mestinya tidak sekadar mengejar untung tanpa mempedulikan keselamatan karyawannya.

Coba kalau terjadi kasus perampokan seperti ini, paling-paling manajemen hanya menyampaikan duka cita dan sekadar uang tali asih kepada keluarga korban. Ini mestinya menjadi kejadian terakhir. Masih jarang minimarket yang dilengkapi sistem pengamanan yang memadai. Jarang kita temukan penjaga keamanan atau Satpam di tempat ini. Akibatnya, keamanan menjadi sangat rawan dan penjahat menjadi makin nekat.

Dengan tewasnya Agung di tangan penjahat, sudah saatnya manajemen memikirkan serius keamanan para karyawannya. Mereka butuh bekerja dengan tenang dan aman. Paling tidak, ada antisipasi agar kejahatan bisa dicegah atau diredam. Keberadaan petugas keamanan sangat penting mengingat minimarket tersebut buka 24 jam nonstop. Begitu pula keberadaan CCTV mutlak diperlukan karena bisa menjadi alat bukti bila terjadi peristiwa penting. Kalau CCTV rusak mestinya diperbaiki, bukan malah dibiarkan. Alasan anggaran kiranya tak relevan, apalagi bisnis ini bukan berskala kecil, melainkan besar dan berjejaring. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Petugas Puskemas Turi saat merawat bayi yang dibuang
15 ORANG AJUKAN PERMOHONAN ADOPSI – Ditemukan Bayi di Depan Rumah Warga

TURI (MERAPI)-Bayi laki-laki ditinggalkan orang tak dikenal di teras rumah seorang warga Randusonggo, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Selasa (12/12) malam.

Close