Modus Jenglot Palsu

Modus Jenglot Palsu
Modus Jenglot Palsu

MASIH saja ada warga yang percaya dengan dukun pengganda uang. Agar penampilan meyakinkan, sang dukun menggunakan sarana jenglot yang belakangan diketahui palsu. Namun komplotan dukun pengganda uang ini telah berhasil memperdaya korbannya dengan mendapatkan hasil ratusan juta rupiah.

Berbekal jenglot palsu, mereka berhasil memperdaya Sukahar (62), pedagang warga Jati Kudus. Setidaknya, uang Rp 250 juta berhasil diembat komplotan pelaku yang terdiri tiga orang, yakni Abu (55) warga Lampung Tengah,  Yayan (37) warga Pekalongan dan Mae (33) warga Bogor. Ketiganya berhasil dibekuk karena  korban cepat melapor ke polisi usai kejadian.

Entahlah, apa yang ada di benak Sukahar sehingga percaya dengan komplotan dukun pengganda uang ini. Antara pelaku dan korban sebenarnya sudah kenal cukup lama, sehingga aksi tipu-tipuan ini berjalan mulus. Mungkin Sukahar tak pernah mendengar bahwa sampai saat ini belum pernah terbukti ada orang, termasuk dukun,  yang berhasil menggandakan uang. Ia pun berspekulasi dengan menyerahkan uang hingga ratusan juta rupiah kepada komplotan dukun palsu ini.

Sementara jenglot yang digunakan sebagai sarana ritual juga palsu. Lantas, adakah jenglot asli ? Entahlah, karena hingga saat ini fenomena jenglot masih kontroversial. Ada yang menganggap jenglot adalah makhluk hidup yang makanannya darah. Ada pula yang menganggap benda mati namun mengadung unsur magis. Wallahu a’lam.

Yang  jelas, dalam kasus di atas, pelaku mengakui jenglot yang mereka gunakan untuk ritual adalah palsu. Meski ritual yang digelar pelaku atas dasar kesepakatan dengan korban, kasus tersebut tetap masuk kategori penipuan sebagaimana diatur Pasal 378 KUHP. Bagaimana bila penggandaan itu berhasil ? Tentu bukan lagi disebut penipuan. Hanya saja, tidaklah mungkin terjadi penggandaan uang. Sebab, bila memang mereka bisa menggandakan uang, tentu akan menggandakan uangnya sendiri, tanpa harus melakukan penipuan.

Di era serba canggih ini,  semestinya sudah tak ada lagi orang yang percaya dengan aksi penggandaan uang. Meski demikian, masyarakat hendaknya tetap waspada karena penjahat akan selalu mencari akal untuk mengecoh korbannya, dengan cara apapun. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Prajurit Koramil Gondokusuman memantai aliran Sungai Code di wilayah Terban
ANTISIPASI BANJIR DAN LONGSOR – Koramil Gondokusuman Waspadai Aliran Sungai Code

YOGYA (MERAPI) - Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Yogyakarta sejak beberap hari terakhir ini, menyebabkan naiknya debit air di

Close