Pidanakan Suami

Pidanakan Suami
Pidanakan Suami

ANGGOTA DPR, entah itu DPRD provinsi/kota/kabupaten maupun pusat, punya status sosial terpandang di masyarakat. Padahal, kalau mau jujur, mereka sebenarnya ‘hanya’ wakil  rakyat. Artinya, bosnya adalah rakyat. Dengan posisi yang demikian, anggota dewan tentu harus menjaga perilakunya  di masyarakat. Jangan sampai melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum.

Bagaimana kenyataannya  sekarang ? Harapan dan kenyataan ternyata berbanding terbalik. Anggota dewan tak lagi malu melakukan perbuatan tercela, bahkan hal itu dipertontonkan di depan rakyat. Kasus Setya Novanto yang notabene Ketua DPR RI, adalah potret buruk betapa wakil rakyat ini tak lagi amanah, bahkan menunjukkan perilaku  tak terpuji.

Di daerah pun  demikian. Baru-baru ini, anggota DPRD Jawa Tengah, FF (40), dilaporkan oleh istrinya  karena melakukan pemukulan tanpa alasan jelas.  Benarkah memukul tanpa alasan ? Kiranya masih perlu ditelisik. Namun, berdasar pengaduan istri FF ke polisi, pemukulan yang mengakibatkan wajah memar-memar dilakukan secara spontan tanpa alasan.

Terlepas ada tidaknya alasan pemukulan, secara hukum FF dipersalahkan karena telah menganiaya sang istri. Apalagi, dalam pengaduannya ke polisi istri FF menyertakan hasil pemeriksaan medis. FF bakal dijerat UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dengan diprosesnya FF, konsekuensinya yang bersangkutan bakal terancam penjara.

Mungkin sang istri, Ny Ret, menginginkan suaminya dipenjara.Dengan mengadukan FF berarti Ny Ret sudah siap bila suaminya dipenjara. Padahal, bila ia tidak mengadu, kemungkinan kasus tersebut tak berlanjut. Atau bila Ny Ret telah memaafkan suami, proses hukum tidak berlanjut. Sebab ada dugaan akibat pemukulan itu tidak menimbulkan luka berat, hanya memar-memar. Jika hanya luka ringan, maka kasusnya bisa diselesaikan secara musyawarah kekeluargaan.

Sebaliknya, bila istri ngotot agar kasusnya diusut, maka polisi tak bisa menghentikannya, melainkan harus memprosesnya hingga ke pengadilan. Kemungkinan hukuman yang dijatuhkan kepada FF tidak berat. Meski begitu, peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan untuk kemudian tidak mengulangi perbuatannya. Tapi di sisi lain, hubungan mereka sebagai suami-istri mungkin tak seharmonis sebelumnya. (Hudono)

Read previous post:
Pemandangan Gunung Sindoro dari Temanggung
Perhutani Temanggung Kelola 12 Objek Wisata

TEMANGGUNG (MERAPI) - Perum Perhutani, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung bekerja sama dengan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) saat

Close