Sodomi Guncang Yogya

LAMA tak terdengar, kasus sodomi kembali mengguncang  Yogya. Kali ini terjadi di kampung Baciro Kecamatan Gondokusuman Yogya.  Seorang mahasiswa asal luar Yogya, Aj (22) diduga telah menyodomi sejumlah anak. Salah seorang bocah yang menjadi korban sodomi mengadu kepada orangtuanya yang kemudian berlanjut dengan aksi main hakim sendiri  massa. Aj pun babak belur diamuk massa yang emosi setelah mengetahui yang bersangkutan menyodomi anak-anak.

Kasus sodomi mungkin seperti fenomena gunung es. Jumlah korban tidak terlihat karena enggan melapor, sedang yang berani melapor hanya segelintir bocah saja. Alasannya mungkin karena malu, takut dan sebagainya. Padahal, melalui pelaporan inilah polisi akan mengungkap kasusnya dan menangkap pelakunya.  Bila hanya diam, niscaya kasusnya akan terpendam, bahkan bisa kedaluwarsa bila didiamkan sangat lama.

Kejahatan sodomi memang harus dilawan. Harus ada antisipasi sejak dini, terutama di kalangan anak-anak untuk berani melawan kejahatan sodomi. Sebab, biasanya pelaku menawarkan iming-iming uang atau fasilitas apapun kepada korbannya agar bersedia memenuhi hasrat. Korban harus diajarkan untuk menolak dan berani melawan, misalnya dengan berteriak sehingga mengundang perhatian masyarakat.

Boleh jadi korban Aj tidak hanya satu orang, melainkan beberapa orang. Polisi harus mengorek keterangan Aj agar mengaku berapa sebenarnya jumlah korban yang telah ia sodomi. Dalam kasus seksual yang korbannya anak-anak, tidak ada kompromi atau cara penyelesaian secara kekeluargaan. Baik melalui cara membujuk, atau memaksa,  bahkan sukarela tanpa paksaan, pelaku tak bisa menghindar dari jeratan hukum, karena korbannya anak-anak.

Pelaku diancam UU Perlindungan Anak dengan pidana  penjara 15 tahun serta denda hingga Rp 300 juta. Mungkin Aj mengalami kelainan seksual menyukai berhubungan dengan bocah laki-laki. Dalam KUHP yang notabene peninggalan Belanda pun dilarang dan diancam pidana. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Peraih juara dalam lomba burung berkicau Bupati Cup 1 Kulonprogo menunjukkan piala sebagai hadiah
Kicau Mania Ajak Masyarakat Lestarikan Satwa

KEPEDULIAN masyarakat dalam upaya melestarikan satwa termasuk burung, dinilai masih rendah. Inilah yang menjadi alasan para pecinta burung berkicau (kicau

Close