Darurat Klitih

AKSI klitih membawa korban, seolah menjadi hal biasa, karena terus berulang. Bahkan, baru-baru ini cah klitih menewaskan Arif Nur Rohman (20), buruh warga Bangunharjo Sewon. Ia tewas setelah dilempar batako yang mengenai dada. Pelaku pun kabur. Sedang teman yang diboncengkan , M Hisbullah berhasil menyelamatkan diri masuk kampung.

Biasanya, korban tidak mengenal pelaku. Begitupun motif pelaku menyerang korban, tidak jelas. Situasi seperti ini tentu jauh lebih berbahaya karena sulit dideteksi. Sebab, siapapun bisa menjadi korban kebrutalan cah klitih. Namun kali ini cah klitih sudah mengenal korban, sehingga berhasil dibekuk. Pelaku ngamuk gara-gara tersinggung.

Tak ada pihak yang bisa memberi perlindungan kepada korban. Polisi pun kecolongan karena tak mengetahui kejadian tersebut. Dalam waktu yang hampir bersamaan, di Yogya juga terjadi aksi klitih dengan korban Nurharyanto, warga Panembahan Kraton. Ia dianiaya tanpa sebab saat melintas di jembatan Sayidan Gondomanan.

Kiranya tak berlebihan bila Yogya masih dalam situasi darurat klitih. Lantaran keterbatasan personel, polisi tak bisa meng-cover seluruh wilayah, sehingga tetap kecolongan. Bahkan, para pelaku klitih seolah memanfaatkan kelemahan polisi yang tidak mungkin berjaga hingga 24 jam.

Anehnya, beberapa hari lalu, aparat penegak hukum, antara lain jajaran pengadilan serta intansi yang berhubungan dengan perlindungan anak, sedang getol membahas upaya diversi terhadap anak yang melakukan tindak pidana. Sederhananya, anak-anak yang terlibat pidana tidak harus menjalani hukuman penjara, melainkan bisa diganti dengan lainnya yang bersifat pembinaan.

Bila anak-anak sudah terlibat klitih dan menimbulkan korban jiwa seperti pada kasus di atas, apakah juga akan diambil langkah diversi ? Bila itu dilakukan, niscaya Yogya akan menjadi sorganya cah klitih. Mereka akan berbuat apa saja dan tidak akan menghargai nyawa orang lain. Toh, setelah menghilangkan nyawa orang lain, takkanmasuk penjara lantaran diambil langkah diversi.

Para penegak hukum, mungkin tak bisa merasakan derita keluarga korban karena tak mengalaminya. Bagaimanapun cah klitih harus dihukum berat dan dipenjara agar jera. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Suguhan Tradisional dalam Pernikahan Kahiyang – Bobby
Suguhan Tradisional dalam Pernikahan Kahiyang – Bobby

BERAGAM suguhan disajikan dalam pesta pernikahan putri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kahiyang Ayu – Bobby Nasution yang baru lalu.

Close