Keberhasilan Penegakan Hukum

AKHIR-AKHIR ini jajaran kepolisian gencar menggelar razia kendaraan bermotor yang terkenal dengan sebutan operasi Zebra. Terkadang sebagian orang berpikir agak aneh. Bila polisi menjaring banyak pelanggar, berarti operasinya berhasil dan efektif. Sebaliknya, bila hanya sedikit yang terjaring dianggap gagal.

Padahal tidak selalu demikian. Malah bisa sebaliknya. Dengan banyaknya pelanggar yang terjaring razia, berarti kesadaran masyarakat untuk patuh pada aturan, menurun. Dengan demikian, sistem pencegahan yang seharusnya dijalankan aparat penegak hukum telah gagal mencapai target. Lebih konyol lagi bila ada aparat penegak hukum yang berpendapat banyaknya kasus menunjukkan keberhasilan dalam penegakan hukum.

Menurunnya kesadaran hukum masyarakat tentu menjadi keprihatinan tersendiri. Benar bila ada anggota masyarakat yang melanggar hukum, atau melanggar aturan lalu lintas misalnya, ditindak dan diproses hukum. Namun itu bukanlah satu-staunya indikator dalam keberhasilan penegakan hukum. Sebab, penegakan hukum juga mencakup aspek pencegahan, yakni mencegah jangan sampai masyarakat melanggar hukum.

Dalam kaitan itu, sosialisasi aturan sangatlah penting, di samping juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk taat hukum. Dengan kata lain, pencegahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari sistem penegakan hukum. Dalam dunia medis dikenal ungkapan mencegah jauh lebih barik ketimbang mengobati.

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan formulasi yang tepat untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat agar taat hukum. Bahkan yang terjadi malah sebaliknya. Orang cenderung berani melanggar hukum. Mengapa demikian ? Karena kita krisis keteladanan. Kita malah disuguhi fakta ironis, misalnya oknum aparat penegak hukum yang melanggar hukum. Kalau mereka yang seharusnya menjadi contoh penegakan hukum malah melanggar, bagaimana akan menuntut masyarakat taat pada hukum ?

Meski banyak muncul ironi dalam penegakan hukum, hendaknya tidak membuat masyarakat pesimis. Sebaliknya, harus semangat menunjukkan ketaatan pada hukum. Tak kalah penting adalah bagaimana agar hukum tidak tebang pilih. Contoh paling sederhana, kalau kita mengendarai motor tanpa helm ditilang, maka orang lain juga harus diperlakukan sama, termasuk para pendatang dari daerah tertentu yang sering berkeliling di jalanan Yogya tanpa helm. (Hudono)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Festival Padhang Mbulan Segarkan Ingatan Aktivitas Amos
Festival Padhang Mbulan Segarkan Ingatan Aktivitas Amos

SUASANA panen raya para petani di pedesaan yang khas dengan bunyi gejogan lesungnya, belum lama ini tergambar di Alun-Alun Wates,

Close