Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Derita Anak Angkat

YOGYA kembali menjadi sorotan nasional. Sayangnya bukan dalam hal positif, tapi negatif menyangkut perlindungan terhadap anak. Kali ini terjadi di Sleman yang menimpa FR (5) warga Perum Kadirojo Kalasan Sleman. Ia dianiaya pasangan suami-istri (pasutri) yang notabene orangtua angkatnya. Akibat penganiayaan itu, mata bocah tak berdosa itu mengalami lebam-lebam. Tak hanya itu, tangannya juga terdapat bekas luka akibat dianiaya.

Orang awam mungkin tak mengira kasus penganiayaan terhadap anak itu terjadi di Yogya yang dikenal ramah anak.  Ironisnya, perbuatan keji itu dilakukan kedua orangtua angkat FR, yakni SH (41) dan DA (33) sejak tiga tahun lalu. Untungnya komite TK B Kadirojo tempat FR sekolah sangat peduli dan melaporkan peristiwa biadab itu ke polisi.

Awalnya SH dan DA membantah menganiaya FR. Mereka mengatakan lebam di mata FR akibat dikencingi kecoa. Namun hasil visum membuktikan lebam tersebut akibat pukulan benda tumpul. SH dan DA pun tak lagi bisa mengelak, akhirnya mereka harus mendekam di sel tahanan. Mereka bakal dijerat dengan UU tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Andai komite sekolah tak peduli  FR, entahlah apakah kasus tersebut bisa terungkap atau tidak. Inilah pentingnya komite sekolah yang bukan saja vokal mengkritik pihak sekolah, melainkan juga aktif memantau para murid. Kepedulian terhadap murid mutlak diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tindakan tegas polisi yang menahan SH dan DA patut diapresiasi. Namun itu belumlah cukup. Sebab, tindakan hukum terhadap mereka tak serta merta memulihkan kondisi FR. Akibat dianiaya dalam kurun waktu cukup lama, FR mengalami trauma sehingga butuh penanganan serius. Ia butuh pendampingan dari lembaga yang memang berkompeten menangani masalah trauma anak.

Dengan ditahannya SH dan DA, lantas siapa yang harus bertanggung jawab terhadap nasib FR ? Siapa yang harus merawat dan membimbing FR ? Di sinilah negara harus hadir melalui perangkat birokrasinya. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kartun 7 November 2017

Close