Bantul Produksi 100.000 Masker

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Kepala DKUKMP Kabupaten Bantul, Agus Sulistiyana menunjukkan masker hasil produksi UKM di Bantul.

BANTUL (MERAPI) – Untuk meningkatkan pendapatan Usaha Kecil Menengah (UKM), Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Kabupaten Bantul menggandeng 200 UKM untuk memproduksi 100.000 masker batik dalam program padat karya. Produk masker tersebut dilakukan untuk mencegah virus Corona.

“Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan masker, program ini dapat meningkatkan pendapatan UKM yang sempat terpuruk sejak pandemi Covid-19,” ujar Kepala DKUKMP Kabupaten Bantul, Agus Sulistiyana, Jumat (25/9).

Untuk memproduksi masker batik tersebut selain melibatkan 200 pelaku UKM khususnya tukang jahit juga melibatkan para pengusaha kain batik. Selain itu DKUKMP juga memberdayakan 10 perajin kulit Manding untuk ikut memproduksi masker batik setelah order kerajinan kulit sepi.

Untuk tahap pertama telah diproduksi 50.000 masker batik dan diserahkan ke Pemkab Bantul dan sisanya akan diserahkan lagi tahap berikutnya untuk didistribusi kepada masyarakat. Dalam produksi masker batik ini dianggarkan dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 600 juta.

Untuk memenuhi bahan baku kain batik dapat memproduksi masker batik juga dilibatkan 50 perajin batik. Mereka diminta menyediakan kain batik untuk membuat masker kain batik.
“Masker kain batik nantinya dapat dimanfaatkan sebagai alat pelindung diri dalam pencegahan Virus Corona. Diharapkan bantuan masker dapat dimanfaatkan untuk masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya. (Usa)

Read previous post:
Kasus ASN Meninggal karena Corona Melebar, 4 Teman Sekantor Tertular

Close