SIMULASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN: Pelanggar Mendapat Surat Teguran

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Kasat Pol PP Bantul, Yulius Suharta

BANTUL (MERAPI) – Satpol PP Kabupaten Bantul menggelar simulasi operasi patuh penegakan protokol kesehatan di Taman Adipura Jalan Jenderal Sudirman Bantul, Selasa (11/8). Dalam operasi tersebut para pelanggar yang tidak mengenakan masker mendapat teguran secara tertulis.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Bantul, Yulius Suharta mengatakan, simulasi ini sebagai salah satu upaya penegakan Peraturan Bupati (Perbup) No 79 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan Covid-19 di wilayah Kabupaten Bantul. “Kali ini kami baru melakukan simulasi, nantinya ke depan operasi patuh penegakan protokol kesehatan akan kami lakukan secara rutin,” ujarnya kepada wartawan disela-sela simulasi.

Disebutkan, dalam operasi patuh penegakan protokol kesehatan tidak hanya ditujukan kepada orang yang tidak mengenakan masker tetapi juga bagi warga yang tidak menjaga jarak aman maupun warga yang seharusnya menjalani karantina sesuai anjuran petugas kesehatan tetapi menolak melakukan.

Bagi para pelanggan protokol kesehatan ini akan dijerat dengan pasal 3 ayat 6 Perbup No 79 Tahun 2020. Namun kali ini sanksi yang diberikan berupa teguran. Bahkan bila nantinya tetep melakukan pelanggaran bisa dikenai sanksi yang sifatnya edukatif seperti melafalkan teks Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bahkan sanksi lain dapat diterapkan seperti push up, penyitaan KTP sampai penolakan layanan publik selama 14 hari sampai denda Rp 100 ribu.

“Sejak berlakunya Perbup tersebut sampai sekarang kami belum melaksanakan sanksi denda. Kami lebih mengedepankan sanksi berupa teguran maupun sanksi edukatif,” lanjut Yulius menjelaskan.

Sementara Sekda Bantul, Helmi Jamharis menambahkan, dalam pelaksanaan protokol kesehatan itu menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah daerah maupun warga masyarakat. Dengan adanya sanksi yang diatur dalam Perbup tersebut diharapkan menjadi pembelajaran dan dapat dipatuhi bersama.

“Perbup itu diterbitkan untuk mengatur protokol kesehatan di masyarakat supaya menjadi tertib. Dengan mematuhi aturan itu maka warga masyarakat telah membantu pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19,” tegas Helmi. (Usa)

Read previous post:
Pentingnya Digitalisasi Budaya di Tengah Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA (MERAPI) - Meskipun di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda DIY) melalui Paniradya Kaistimewan dan juga Kraton Yogyakarta berupa

Close