Melalui Media Daring KPU Bantul Gelar Pendidikan Pemilih

BANTUL (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul telah menyelenggarakan pendidikan pemilih melalui media daring, yang bertajuk virtual short course, guna menghindari tatap muka atau kerumunan selama pandemi Covid-19.
“Meskipun di tengah pendemi Covid-19 serta dalam masa penundaan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, KPU Bantul tetap melaksanakan pendidikan pemilih melalui media daring,” kata Komisioner KPU Bantul Musnif Istiqomah dalam keterangan tertulis kepada Antara di Bantul, Jumat (22/5).

Menurut dia, kegiatan virtual short course pendidikan pemilih pemula yang dilakukan selama empat kali pada 6, 8, 13 dan 15 Mei 2020 itu diikuti sekitar 40 orang Ketua OSIS SMA/SMK/MA se-Bantul yang tergabung dalam Komunitas Pelajar Peduli Demokrasi (Komppak).
“Pendidikan pemilih melalui virtual short course ini merupakan adaptasi KPU Bantul sebagai penyelenggara pemilu terhadap situasi pandemi Covid-19 dalam hal menyongsong Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul yang saat ini masih dalam masa penundaan,” katanya.

Menurut dia, dalam virtual short course ini disampaikan tema-tema yang berkaitan dengan demokrasi dan pemilihan kepala daerah di antaranya urgensi demokrasi dalam pemilihan kepala daerah.
“Kemudian juga tahapan-tahapan pemilihan kepala daerah serta kontribusi pemilih pemula dalam pemilihan kepala daerah,” kata ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Bantul tersebut.

Menurut dia, dalam sebuah negara demokrasi pemilu atau dalam konteks lokal yaitu pemilihan kepala daerah merupakan salah satu pilar utama dari sebuah akumulasi kehendak rakyat, pemilu dan pilkada sekaligus merupakan prosedur demokrasi untuk memilih pemimpin.
“Pilkada memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk menggunakan hak politiknya, untuk terjaminnya pergantian kepemimpinan secara reguler dan damai, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dan mempertahankan kedaulatan rakyat,” katanya.

Dia juga mengatakan, pemilihan kepala daerah juga penting karena sebagai sarana untuk memilih pemimpin secara langsung, kemudian mengetahui program calon pemimpin, dan hasil pemilihan kepala daerah menentukan masa depan daerah. (*)

Read previous post:
Hasil Reaktif Melonjak, Pemkab Gunungkidul Siapkan Wisma Wanagama Sebagai Lokasi Karantina

WONOSARI (MERAPI)-Di Gunungkidul dilaporkan peningkatan hasil reaktif corona dari hasil rapid test massal dari 183 orang menjadi 195 atau naik

Close