41.000 KK di Bantul Terima BST

MERAPI-HUMAS BANTUL Ilustrasi warga Bantul menerima bantuan sosial tunai program jaring pengaman sosial dampak pandemi Covid-19.
MERAPI-HUMAS BANTUL
Ilustrasi warga Bantul menerima bantuan sosial tunai program jaring pengaman sosial dampak pandemi Covid-19.

BANTUL (MERAPI) – Sebanyak 41.000 kepala keluarga di Kabupaten Bantul terdampak pandemi wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, menerima Bantuan Sosial Tunai (BST), masing-masing sebesar Rp 400.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) DIY.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul Didik Warsito di Bantul, Jumat mengatakan penerima BST APBD provinsi ini adalah masyarakat yang sebelumnya sudah menerima PKH di bawah Rp600.000 dan bantuan sembako perluasan senilai Rp200.000.

“Karena ini ‘top up’, jadi mereka juga menerima bantuan lain, yaitu PKH (yang menerima) di bawah Rp600.000, kedua yang kemarin menerima sembako perluasan itu kan kemarin baru Rp200.000,” kata Didik usai acara pembagian BST APBD DIY di Balai Desa Singosaren Bantul.

Dia mengatakan, bantuan sebesar Rp400.000 per bulan tersebut akan diberikan selama tiga bulan, yakni April, Mei dan Juni. Penyaluran bansos dilakukan melalui lembaga bank yang ditunjuk pemerintah daerah, sedangkan pengambilan bantuan dilayani di setiap kantor kelurahan atau desa.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono yang hadir dalam distribusi perdana bantuan dari provinsi tersebut mengatakan sebagai kepala daerah merasa bertanggung jawab atas masalah yang dihadapi rakyatnya, terlebih saat ini sedang ada pandemi virus corona baru.

“Saya ini orang tua seluruh warga Bantul, jadi ketika rakyat saya mengalami masalah, saya harus berfikir untuk mencari solusinya,” katanya dikutip Antara.

Bupati mengatakan bahwa wabah corona ini merupakan masalah yang dihadapi semua masyarakat, karena itu, pihaknya terus berusaha dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan, salah satunya dengan mendistribusikan kepada masyarakat yang terdampak.

“Bagi warga yang membutuhkan bantuan, namun belum mendapat bansos, dipersilahkan melapor ke perangkat desa. Jika warga yang sebenarnya tergolong mampu secara ekonomi, namun masuk daftar penerima bansos, diharapkan jujur dengan mengembalikan bantuan,” katanya. (*)

 

Read previous post:
Korban Cinta Terlarang

SUNGGUH ini peristiwa tersadis yang terjadi saat pandemi Covid-19 di bulan Ramadan di Temanggung. Seorang ibu muda dan putrinya yang

Close