Tiga Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bantul Penuh

MERAPI-ANTARA RSUD Panembahan Senopati Bantul, salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Bantul.
MERAPI-ANTARA
RSUD Panembahan Senopati Bantul, salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Bantul.

BANTUL (MERAPI) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyatakan bahwa tiga rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Bantul dalam kondisi penuh, atau kapasitas tempat tidur yang disiapkan khusus pasien infeksi virus corona jenis baru tersebut sudah terisi semua. “Kalau semua (rumah sakit Covid-19) overload itu tidak, cuma posisinya penuh, paling hanya satu-dua yang masih ada space, tetapi rata-rata penuh,” Kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja di Bantul, Kamis (21/5).

Rumah sakit rujukan Covid-19 di Bantul yang dalam posisi penuh itu adalah RSU PKU Muhammadiyah Bantul dan Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS). Bahkan RS ini kapasitasnya sudah dimaksimalkan dari yang awalnya disiapkan empat ruangan kini merawat lebih dari 30 pasien.

“Untuk Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul hampir penuh, kalau pun ada yang pulang satu dua orang (sembuh) dan ada yang masuk paling tempatnya tinggal satu dua saja. Jadi tiga rumah sakit itu hampir penuh,” katanya.

Menurut dia, penuhnya rumah sakit rujukan pasien corona itu dikarenakan jumlah pasien rawat inap yang terindikasi Covid-19 seperti pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) terus bertambah setiap hari, termasuk pasien positif corona, meski ada yang sembuh.

“Kalau di RSPAU Hardjolukito itu masih ada (ruangan pasien Covid-19) dan memang di ‘up’ lagi untuk lantai dua dan lantai tiga, tapi untuk merawat OTG (orang tanpa gejala), PDP ringan dan sedang, dan tinggal beberapa bangsal,” katanya diansir Antara.

Agus mengatakan guna mengantisipasi peningkatan pasien kasus Covid-19 di Bantul, pemerintah daerah juga menyiapkan dua rumah sakit swasta sebagai cadangan apabila RS rujukan sudah tidak dapat menampung pasien corona, yaitu RS Nur Hidayah dan RS Rajawali Citra.
“Kita masih punya cadangan, namun istilahnya bukan rujukan, jadi dua rumah sakit itu kita persiapkan sebagai rumah sakit yang melayani Covid-19, kalau dia melayani Covid-19, itu berarti kami SK-kan dan kalau memang pasien sesuai kriteria pembiayaan diklaimkan oleh Kemenkes,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data kasus Covid-19 yang ada pada media sosial Gugus Tugas Bantul per 20 Mei menyebut total kasus positif di Bantul secara akumulasi 55 orang, dengan sembuh 23 orang, meninggal dua orang, sehingga pasien positif yang masih dirawat saat ini ada 30 orang. (*)

 

Read previous post:
H-3 Lebaran Terminal Jombor Sleman Lengang

SLEMAN (MERAPI) - Terminal Jombor Kabupaten Sleman, pada Kamis (21/5) atau H-3 Lebaran tampak lengang dengan jumlah penumpang yang jauh

Close