Pemda Bantul Laksanakan Rapid Test Gratis, Dua Orang Reaktif

Suasana pelayanan Rapid Test Gratis di Bantul (Merepi/Teguh)
Suasana pelayanan Rapid Test Gratis di Bantul (Merepi/Teguh)

BANTUL (MERAPI) – Masyarakat Bantul memiliki kesadaran tinggi dalam upaya memangkas rantai penyebaran wabah Pandemi Covid 19 di Kabupaten Bantul. Demikian diungkap Asekda III Bidang Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat, Ir. Pulung Haryadi M.Si ketika ditemui Merapi di ruang kerjanya . Kesadaran yang demikian tinggi terlihat dari besarnya minat masyarakat untuk mengikuti Rapid Test yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul di depan kantor Dinas Kesehatan Bantul, Selasa (5/5).

“Ini sangat menggembirakan karena kesadaran masyarakat untuk saling menjaga dan memangkas rantai penyebaran virus Corona demikian tinggi,” tutur Pulung.

Lebih lanjut menurut dia, masyarakat Bantul demikian terbuka dan berani melakukan Rapid Test untuk mengetahui dirinya terpapar atau tidak. Harapannya dengan mengetahui statusnya mereka akan siap menjalani prosedur berikutnya dengan isolasi mandiri maupun isolasi di rumah sakit rujukan Covid 19 yang ada Bantul.

Untuk penanggulangan wabah pandemi ini dijelaskan Pulung yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Bantul ini, pihaknya sudah menunjuk sejumlah rumah sakit di Bantul yang menjadi rumah sakit rujukan diantaranya RS Panembahan Senopati, RS. PKU Bantul, RS Elisabet, RS. Harjo Lukito dan satu rumah sakit lapangan di Sidomulyo Bambanglipuro.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo mengungkapkan, jumlah warga masyarakat Bantul yang mendaftar untuk diperiksa dengan Rapid Test ada sekitar 420 orang. Namun setelah melalui serangkaian assesment hanya ada 181 peserta yang memenuhi kreteria untuk dilakukan Rapid test.

“Tidak semua pendaftar kita lakukan Rapid Test, hanya mereka yang memenuhi syarat terkait dengan dugaan terinveksi saja yang kita layani setelah mereka melakukan serangkaian proses assesment oleh petugas,” tutur Agus yang mengaku menerjunkan tidak kurang 30 tenaga madis dalam pelayanan gratis itu.

Mereka yang memenuhi syarat untuk dilakukan Rapid Test menurut Agus, setidaknya yang baru pulang dari perjalanan ke luar negeri atau mereka yang pulang dari luar daerah zona merah. Selain itu juga mereka yang memiliki riwayat kontak atau berhubungan dengan banyak orang, disamping ada keluhan terkait dengan kondisi badan mereka.

“Dari 181 orang yang mengikuti Rapid Test ini ditemukan hanya 2 orang dengan status reaktif,” pungkas Agus yang mengatakan keduanya akan menjalani pemeriksaan lanjutan. (C3)

 

Read previous post:
Gara-gara Ketemu Buaya Mata Satu

DI KOTA Batam bila hari Sabtu dan Minggu banyak orang mancing di Danau. Di beberapa danau seperti Sei Harapan dan

Close