POLRES BANTUL GANDENG ULAMA: Masyarakat Diingatkan Tak Berkerumun Selama Ramadan

MERAPI-ANTARA  Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono.
MERAPI-ANTARA
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono.

BANTUL (MERAPI) – Kepolisian Resor Bantul menggandeng para ulama ataupun tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, untuk menyosialisasikan larangan kegiatan berkerumun atau berkumpulnya orang di masjid ataupun mushalla selama bulan Ramadan 1441 Hijriah.
“Kami mulai dari kemarin sudah menyampaikan imbauan sampai dengan level paling bawah, misalnya kepada takmir masjid agar sementara tidak melakukan kegiatan yang sifatnya berkerumun,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono di Bantul, Rabu (22/4).

Dia mengatakan, menghadapi Ramadan 1441 Hijriah ini, institusinya sedang melakukan pendataan beberapa lokasi tempat ibadah masjid maupun mushalla yang masih melakukan kegiatan-kegkatan shalat berjamaah, untuk kemudian disosialisasikan agar ibadah bisa dilaksanakan di rumah masing-masing selama puasa.
Hal itu, kata dia, guna memutus penyebaran penularan wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19, apalagi pemerintah daerah bersama tokoh agama dalam rapat sudah menyepakati imbauan tidak melakukan kegiatan kerumunan dan menjaga jarak dalam aktivitas.
“Kita akan komunikasikan kepada mereka seperti yang diputuskan dalam rapat Forkopimda, rencana akan menggandeng dari ulama maupun pimpinan organisasi Muhammadiyah maupun NU (Nahdlatul Ulama) untuk bersama sama kami berikan penjelasan ke mereka,” katanya dilansir Antara.

Kapolres berpendapat, masih adanya warga yang melakukan kegiatan bersama melibatkan banyak orang tersebut karena kemungkinan mereka belum memahami larangan berkerumun selama pandemi Covid-19, sehingga perlu diedukasikan demi menjaga kesehatan bersama.
“Mungkin mereka belum paham kenapa dilarang berkerumun, mungkin tafsiran mereka niatnya baik atau mereka berpikir Bantul aman-aman saja, padahal kami berharap ini (tidak berkerumun) bisa dilakukan secara serentak di Indonesia untuk memutus penyebaran virus corona,” katanya.

Apalagi, lanjut Kapolres Bantul, “Bahwa Bantul bukan daerah bersih dan sudah banyak kasus positif corona dan tidak menutup kemungkinan (tambahan kasus) bisa terjadi, jadi intinya kita berikan kesadaran masyarakat jangan sampai terlena,” katanya.
Kepada masyarakat umum, pihaknya juga akan terus mengingatkan untuk tidak berkerumun atau mengadakan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan selama tanggap darurat wabah virus corona.
“Kami tetap selalu menyampaikan imbauan kepada masyarakat, karena kan sekarang dilarang berkerumun, berkelompok, kalau kemudian ada yang mengabaikan prinsip-prinsip physical distancing, kami akan sampaikan imbauan ke mereka secara humanis tentunya,” kata Kapolres Bantul.

Menurut dia, pemerintah pusat telah mengeluarkan status tanggap darurat virus corona yang kemudian ditindaklanjuti oleh semua pemerintah daerah, sehingga kegiatan-kegiatan yang sifatnya berkerumun dan tidak menjaga jarak dilarang guna memutus penyebaran penularan Covid-19.

Kapolres Bantul mengatakan, ketika masih ada masyarakat yang membandel atau tetap berkerumun di luar rumah dan mengabaikan prinsip-prinsip protokol kesehatan maka kepolisian akan mengambil tindakan agar kerumunan membubarkan diri.
“Kami mungkin sampaikan kepada mereka untuk membubarkan diri, misalnya kalau malam minggu kami lihat ada anak-anak yang muda bergerombol di pinggir jalan seperti itu, itu kami sampaikan kepada mereka untuk membubarkan diri dan pulang,” katanya.

Namun demikian, kata dia, aparat kepolisian tidak serta merta membubarkan kerumunan warga di masyarakat karena istilah pembubaran memicu pro kontra, namun intinya memberikan imbauan secara humanis agar mencegah kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa.
“Kami tidak akan berhenti menyampaikan imbauan kepada mereka. Jadi sementara (penegakan) sifatnya masih persuasif ke mereka, karena kami di Bantul masih tanggap darurat dan belum menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) seperti di beberapa daerah,” katanya.

Dia mengatakan, beberapa titik di Bantul yang akhir-akhir ini terlihat ramai atau kerumunan misalnya di seputaran Lapangan Paseban depan komplek perkantoran Bantul pada malam Minggu, kemudian juga beberapa tempat makan yang ramai atau antrean pembeli.
“Di tempat makan pun mereka duduk harus disampaikan untuk menggunakan protokol jaga jarak, dan selalu menggunakan masker, dan kami beberapa kali melakukan pembagian masker kepada masyarakat terutama yang tidak pakai saat naik motor, itu dihentikan kami bantu masker ke mereka,” katanya. (*)

Read previous post:
INSTRUKSI BUPATI SLEMAN: Pemohon Layanan Tak Bermasker Tak Akan Dilayani

SLEMAN (MERAPI) - Bupati Sleman Sri Purnomo dalam masa pandemi Covid-19 ini mengeluarkan instruksi kepada pimpinan instansi layanan publik, untuk

Close