Bantul Resmikan Operasional RS Lapangan Khusus Covid-19

MERAPI-HUMAS BANTUL  Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 di gedung bekas Puskesmas Bambanglipuro Bantul.
MERAPI-HUMAS BANTUL
Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 di gedung bekas Puskesmas Bambanglipuro Bantul.

BANTUL (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Bantul meresmikan beroperasinya rumah sakit lapangan khusus pasien Covid-19, Senin (13/4). Rumah sakit yang didirikan di gedung bekas Pusat Kesehatan Masyarakat Bambanglipuro tersebut, dimaksudkan agar bisa segera digunakan untuk penanganan pasien virus corona jenis baru itu.
“Sebagaimana yang kami haturkan waktu itu kami memohon izin bupati untuk mendirikan rumah sakit Lapangan Covid-19, dikarenakan tren penyakit Covid-19 sampai dengan hari ini masih menunjukkan tren yang naik,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharjo di sela acara peresmian.

Menurut dia, keberadaan RS lapangan khusus Covid-19 ini sangat diperlukan untuk penanganan awal pasien dengan gejala terindikasi virus corona yang jumlahnya dilaporkan terus bertambah, sehingga dengan demikian tidak menumpuk di rumah sakit rujukan Covid-19 yang ditunjuk pemerintah.
“Dan hari ini kami laporkan bahwa jumlah pasien positif di Bantul ada 11 kasus positif dengan masih dirawat tujuh pasien, sehingga dari hari ke hari ternyata masih ada pasien yang bertambah di Bantul,” katanya dikutip Antara.

Dia juga menjelaskan, pendirian RS lapangan khusus Covid-19 ini juga menindaklanjuti rekomendasi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bantul, beberapa waktu lalu, yang kemudian difasilitasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan jajaran pemda untuk mewujudkan rumah sakit lapangan di eks Puskesmas Bambanglipuro.
“Dan sampai dengan hari ini apa yang diamanahkan kepada kami semua jajaran dinkes maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah menyelesaikan persiapan untuk mewujudkan rumah sakit lapangan ini,” katanya.

RS lapangan khusus Covid-19 ini memiliki kapasitas pasien antara 50 sampai 100 orang, dan diperuntukkan bagi pasien dalam pengawasan (PDP) dengan gejala ringan dan sedang, kemudian apabila keadaan semakin parah juga disertai penyakit penyerta dirujuk ke RS rujukan Covid-19 di Bantul.
“Jadi nanti apabila ada pemudik dari daerah terjangkit laporkan dan sampaikan ke kami akan kami lakukan pemantauan oleh puskesmas, kalau ada gejala-gejala selama masa karantina 14 hari kemudian bisa kami lakukan pemeriksaan,” katanya.

“Jadi tergantung nanti kalau dari hasil pemeriksaan ternyata masuk kategori PDP ringan dan sedang bisa kami rawat di sini (RS lapangan), tapi kalau tidak ada gejala apapun cukup melakukan karantina 14 hari,” katanya. (*)

Read previous post:
ilustrasi
Merebaknya Kejahatan

Close