Bantul Kucurkan Rp 9,4 M Tangani Covid-19

MERAPI-RIZA MARZUKI  Screening yang dilakukan kepada kalangan wartawan yang biasa bertugas di lingkungan Pemkab Bantul.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Screening yang dilakukan kepada kalangan wartawan yang biasa bertugas di lingkungan Pemkab Bantul.

BANTUL (MERAPI)- Menghadapi penyebaran Covid-19 yang cukup cepat, Pemerintah Kabupaten Bantul meminta agar masyarakat menaati imbauan yang telah disampaikan. Sehingga penanggulangan virus yang pertamakali muncul di Wuhan, China ini dapat cepat dilakukan. Selain itu Pemkab Bantul telah menggelontorkan anggaran tidak terduga sebesar Rp 9,4 miliar guna menangani virus ini di wilayahnya. Anggaran tersebut sebagaian besar dialokasikan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD). Hal ini ditegaskan oleh Sekda Bantul, Helmi Jamharis disela-sela screening yang dilakukan bagi kalangan wartawan di Dinas Kesehatan Bantul, Selasa (24/3) siang.

Helmi menyebut anggaran sebanyak itu dialirkan kepada dua instansi, yakni Dinas Kesehatan Bantul dan RSUD Panembahan Senopati Bantul. Masing-masing instansi itu mendapatkan anggaran sebanyak Rp 6 miliar untuk Dinkes Bantul dan Rp 3,4 miliar untuk RSUD Panembahan Senopati Bantul. Selain itu Pemkab juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu penanganan virus ini melalui PMI Cabang Bantul. “Kita harus bahu membahu, anggaran itu merupakan dana tidak terduga yang dimiliki oleh Pemkab,” terangnya.

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan persediaan APD di Bantul saat ini memang sudah menipis. Sementara kebutuhan APD di wilayahnya kini sangat mendesak. Menurutnya hingga 23 Maret 2020 yang lalu, stok untuk beberapa item sudah sangat tipis. Pakaian cover all misalnya, di RSUD Panembahan Senopati dan RS Muhammadiyah Bantul hanya tersisa masing-masing 15 pcs saja. “Detailnya saya belum terima laporan rinci, tapi sudah mendesak untuk ditambah,” teranganya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini tengah dilakukan pengadaan APD. Pengadaan APD dikatakan pria yang akrab dipanggil Dokter Oky ini diantaranya Masker Bedah N95 sebanyak 4200 pcs, sarung tangan 17.500 pcs, masker bedah biasa 35 ribu pcs, alcohol 1500 liter, goun 12 ribu pcs, dan pakaian pelindung sebanyak 1000 pcs. Seluruhnya diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan di Bantul hingga kahir tahun 2020 mendatang. Akan tetapi, dinamika dan perkembangan penanganan Covid-19 sangat signifikan sehingga pihaknya juga tidak dapat memastikan ketersediaan APD tersebut. “Semakin banyak penanganan tentu semakin banyak membutuhkan APD,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi untuk pertamakalinya mengungkapkan identitas pasien yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 sebelumnya. Atas seijin yang bersangkutan, Agus Budi menyebut jika pasien yang pertamakali dinyatakan positif adalah Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Zuhandi. Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta sebelumnya. Dan saat ini masih mejlanai perawatan isolasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul. “Beliau saat ini sudah membaik, bahkan sudah telpon-telponan dengan saya,” ungkapnya.

Selain itu, Agus Budi menyebutkan pihaknya mendapatkan data orang-orang yang pernah menjenguk atau berinteraksi langsung dengan pasien sebelumnya. Dia mengakui sebagian diantaranaya adalah aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Bantul, tidak terkecuali Bupati Bantul, Suharsono. Namun saat ini sebagian diataranya sudah selesai masa isolasi selama 14 hari. Sehingga pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan untuk 66 orang yang sudah selesai masa isolasi mandiri. Piahknya juga menegaskan bahwa status Bupati Bantul bukan merupakan ODP, melainkan orang dengan kontak erat risiko tinggi. “Kondisi Pak Bupati juga sehat, baik. Selama 14 hari ini tidak mengalami gejala-gejala,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
Biji Kakao Sebagai Sumber Antioksidan

PERNAH mengkonsumsi makanan berbahan cokelat? Selain enak juga diyakini memiliki khasiat kesehatan termasuk sebagai sumber anti oksidan, sehingga mampu mendukung

Close