Warga Tolak Pembangunan Tempat Sampah di Canden

MERAPI-RIZA MARZUKI   Warga memasang spanduk penolakan tempat sampah.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Warga memasang spanduk penolakan tempat sampah.

JETIS (MERAPI) – Sejumlah warga dua pedukuhan, yakni Pedukukuhan Pulokadang dan Pedukuhan Klaras, Desa Canden, Jetis, Bantul menolak rencana pembangunan tempat sampah. Pasalnya calon lokasi yang ditetapkan oleh pihak desa hanya berjarak sekitar 30 meter dadi pemukiman warga. Mereka khawatir keberadaan tempat sampah tersebut akan menyebabkan polusi dan dampak terhadap jesehatan warga sekitar. Warga memasang spanduk penolakan di sekitar calon lokasi pembangunan, Selasa (26/2) kemarin.

Salah satu pemuda Pulokadang, Suryadi GT mengungkapkan bahwa warga mendengar rencana pembangunan tempat sampah beberapa bulan sebelumnya. Saat itu warga sempat menolak dengan memasang spanduk-spanduk penolakan. Berselang beberapa hari setelahnya ada salah satu oknum perangkat desa yang datang meminta warga untuk menurunkan. Dengan alasan akan dilakukan sosialisasi kepada warga terkait rencana pemerintah tersebut. “Tapi ternyata tidak ada sosialisasi sampai sekarang,” ungkapnya.

Suryadi mengaku sudah sempat mengklarifikasi kepada Lurah Desa Canden. Saat itu pihak desa menyebut sosialisasi sudah pernah dilakukan namun hanya sebatas kepada perwakilan masyarakat. Suryadi menyebut pemerintah desa sampai saat ini belum melakukan sosialisasi kepada seluruh warga. Sehingga masyarakat tidak banyak mengetahui rencana pemerintah akan seperti apa. “Kami kemarin tidak habis pikir, tiba-tiba ada yang datang dan mengukur lahan untuk pembangunan tempat sampah,” terangnya.

Sementara, warga lain, Suraji mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah desa setempat yang seakan tidak mengindahkan keinginan warga. Pemerintah dikatakannya hanya berkomunikasi dan meminta pertimbangan dengan satu dua orang warga saja. Sementara warga lainnya tidak diberikan sosialisasi. Padahal menurutnya sebagian besar warga kampungnya menolak pembangunan tempat sampah tersebut. “Hampir semua menolak, kami akan kumpulkan tandatangan warga yang tidak setuju,” jelasnya.

Suraji berharap pemerintah dapat membangun sarana lain yang lebih bermanfaat untuk warga. Suraji menyebut saat ini warga membutuhkan gedung pertemuan atau ruang publik. Sarana dan prasarana tersebut menurutnya akan lebih bermanfaat bagi warga yang saat ini sedang mencoba mengembangkan potensi wilayahnya. Sejauh ini disebutnya untuk program bank sampah juga sudah dikembangkan oleh warga. Sehingga sampah dari rumah warga sudah rutin dikelola mandiri. “Belum lama dikembangkan, jadi daripada tempat sampah mending dibuat pendopo atau apa yang dikelola warga dua dusun,” imbuhnya.

Lurah Desa Canden, Subagiohadi saat dikonfirmasi membenarkan rencana pembangunan di lokasi yang merupakan lahan tanah kas desa tersebut. Namun menurutnya, pemerintah tidak akan membangun tempat pembuangan sampah, akan tetapi tempat pilah sampah. Bahkan program tersebut merupakan program milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul. “Bukan pembuangan, tapi tempat untuk memilih sampah,” ujarnya.

Subagio menerangkan, DLH memiliki program untuk membangun tempat pilah sampah itu dan meminta desa menentukan lokasi pembangunannya. DLH memberikan masukan agar lokasi pembangunan berada tidak jauh dari jalan umum. Sehingga akses keluar masuk kendaraan pengangkut sampah nantinya tidak sulit. Kemudian pihaknya menentukan lahan kas desa yang saat ini digunakan sebagai lahan kebun tebu untuk dibangun tempat pilah sampah. “Ya karena lokasi itu milik kas desa dan pinggir jalan,” jawabnya saat ditanya alasan pemilihan lokasi tersebut.

Subagio mengatakan program senilai sekitar Rp 400 juta itu juga belum ada informasi kapan akan dimulai dibangun. Terkait sosialisasi pihaknya mengakui jika baru dilakukan kepada perwakilan warga saja. Karena menurutnya pihak desa tidak mampu melakukan sosialisasi kepada seluruh warga. Seharusnya menurut Subagio perwakilan warga yang sudah beberapa kali diberikan sosialisasi dapat menjelaskan kepada warga yang lain. “Tapi kami siap jika warga memang nantinya warga minta sosialisasi dengan DLH,” sebutnya.

Pihaknya memastikan, tempat pilah sampah ini tidak seperti apa yang dipahami masyarakat selama ini. Sampah yang akan dikelola di tempat itu seluruhnya sampah kering. Bahkan rencananya nanti saat beroperasi akan banyak menggunakan tenaga lokal yang merupakan masyarakat sekitar. “Ini akan mendukung bank sampah yang dikembangkan warga,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Loket penerimaan dokumen pendaftaran calon PPS Pilkada Bantul di KPU Bantul.
KPU Bantul Perpanjang Waktu Pendaftaran Calon PPS

BANTUL (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul memperpanjang waktu pendaftaran calon anggota panitia pemungutan suara (PPS) pada Pilkada

Close