Pinus Pengger Dilengkapi Public Restroom

MERAPI-RIZA MARZUKI  Peresmian Public Restroom Hutan Pinus Pengger oleh PT Angkasa Pura I beserta jajaran pemerintah Kabupaten Bantul dan DIY.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Peresmian Public Restroom Hutan Pinus Pengger oleh PT Angkasa Pura I beserta jajaran pemerintah Kabupaten Bantul dan DIY.

DLINGO (MERAPI) – Kebutuhan fasilitas standar di lokasi destinasi wisata disambut baik PT Angkasapura I (persero) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Sebuah public restroom dibangun perusahaan ini di Hutan Pinus Pengger, Terong, Dlingo untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain fasilitas standard, bangunan yang diresmikan Senin (9/2) ini dilengkapi juga dengan ruang menyusui. Diharapkan adanya bangunan ini menambah kenyamanan pengunjung dan wisatawan mancanegara.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Angkasapura I, Adi Nugroho mengatakan fasilitas ini merupakan bantuan program Bina LIngkungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaannya. Bangunan yang menghabiskkan dana sekitar Rp 600 juta itu terdiri dari 4 bilik toilet khusus laki-laki dan 5 bilik toilet untuk perempuan. Selain itu disediakan juga ruang menyusui anak atau nursey room. Bahkan pada ruangan depan bangunan ini juga disediakan ruang toilet khusus bagi penyandang disabilitas.

“Wisatawan yang berkunjung merasa nyaman, ketika melakukan kunjungan wisata,” sebutnya.
Kebutuhan fasilitas berstandar ini menjadi kebutuhan pokok yang saat ini belum banyak dimiliki oleh destinasi-destinasi wisata. Padahal kunjungan wisata justru akan menuntut banyak pelayanan dan fasilitas yang baik, terlebih bagi wisatawan mancanegara. Sehingga pembuatan fasilitas publik di lokasi wisata harus disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung.
“Keberadaan fasilitas ini menjadi penting, yang harus mendukung keberadaan destinasi wisata,” imbuhnya,

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo mengatakan bangunan yang diinisiasi oleh PT Angkasa Pura I ini merupakan percontohan. Sehingga dia berharap bisa ditiru oleh destinasi wisata lainnya. Terlebih lagi destinasi wisata menurutnya harus sudah memulai untuk membangun fasilitas kepada wisatawan agar menuju pada standart global. Menurutnya peran CSR perusahaan memberikan andil dan dampak positif bagi pengembangan kepariwisataan. Sehingga masyarakat dapat terbantu dengan mudah dalam upaya mengembangkan destinasi wisata untuk kesejahteraan. “Lambat laun kita akan jadikan fasilitas standar di setiap destinasi wisata,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono mengaku Pinus Pengger merupakan salah satu dari beberapa destinasi wisata yang dikelolanya. Selain Puncak Becici, Pinus Pengger mendapat kunjungan wisata dari mancanegara cukup banyak. Secara keseluruhan kunjungan wisata di lokasi tersebut rata-rata mencapai 1300 orang tiap harinya. Sementara untuk wisatawan mancanegara didominasi pengunjung dari Asia-Pasifik.
“Kalau akhir pecan bisa sampai 4000 kunjungan, baik dari dalam maupun luar negeri karena kita tidak pisahkan secara khusus pengunjung lokal atau luar,” terangnya. (C-1)

Read previous post:
Pria dengan Pakaian Berlumuran Darah

SENJA baru saja merapat ketika Kardi diminta Mak Ijah menggantikan dirinya untuk menjaga warung sederhana mereka. Kardi yang saat itu

Close