Kolaborasi Hattra Bantul – LKP Rumah Sehat Mandiri Gelar Baksos Pengobatan Gratis

MERAPI-TEGUH
Pengobatan gratis oleh para terapis Hattra Bantul.

SEWON (MERAPI) – Paguyuban Penyehat Tradisional (Hattra) Bantul berkolaborasi dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Rumah Sehat Mandiri menyelenggarakan bakti sosial pengobatan gratis selama sehari di dusun Kowen I Timbulharjo, Sewon, Bantul baru-baru ini. Sebagaimana dijelaskan Ketua LKP Rumah Sehat Mandiri, Arief kepada Merapi, bakti sosial ini sekaligus peresmian sekretariat Hattra dan pusat pelatihan bagi LKP Rumah Sehat Mandiri.

Kegiatan pengobatan gratis secara berkala dilakukan Hattra setiap 2 bulan sekali. Namun kegiatan kali ini bersifat insidental, karena bertepatan dengan peresmian kantor sekretariat Hattra yang baru. Sehingga selain sebagai bentuk rasa syukur juga perkenalan kepada masyarakat sekitar tentang keberadaan Hattra dan LKP Rumah Sehat mandiri.

“Ini perkenalan kantor sekretariat Hattra dan pusat kegiatan Lembaga Kursus dan Pelatihan,” tutur Arief yang juga menjabat sebagai sekretaris Hattra Bantul.

Dalam kegiatan bakti sosial Hattra kali ini, tidak kurang ada sekitar 30 terapis yang turun terlibat. Menurut Arief jumlah itu separuh dari seluruh anggota Hattra Bantul yang kisaran 60 orang. Animo masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis ini sangat menggembirakan. Itu terbukti dari sibuknya para terapis dalam memberi pelayanan kesehatan kepada pasien yang datang dari warga setempat.

“Kita memberi kuota tidak kurang 100 pasien dalam pengobatan gratis ini. Dan kebanyakan pasien yang datang adalah para lansia dengan berbagai keluhan sakit yang beragam,” tutur Arief.

Selain pengobatan dengan teknik pijat, akupuntur, bekam, refleksi, terapi listrik dan totok punggung juga disediakan jamu Jawa dan obat herbal secara gratis. Sebagai mana diungkap Ketua Hattra Bantul, Joko Suwondo, setelah mendapatkan pelayanan pengobatan sesuai dengan keluhan pasien. Mereka kemudian menuju meja racikan jamu dan dibuatkan jamu sesuai dengan keluhan serta catatan para terapisnya.

“Jamu ini mendukung proses penyehatan bagi pasien. Dan ternyata masih banyak masyarakat kita yang suka minum jamu. Apa lagi para lansia” ucap Mbah Wondo begitu sapaan peracik jamu Jawa yang punya pengalaman puluhan tahun di bidang ini.

Minat masyarakat terhadap Jamu Jawa masih sangat menggembirakan, bukan hanya dari kalangan orang tua yag biasa disebut lansia. Namun kelompok anak muda pun kini mulai banyak yang menyukai terapi dengan minum jamu. Selain lebih murah dan mudah didapat, jamu Jawa yang berbahan herbal ternyata juga lebih aman dikonsumsi dalam waktu lama dan terbukti berkhasiat manjur. (C-3)

Read previous post:
DI BALIK KEINDAHAN TELAGA JONGE (1) – Tempat Tirakat Mencari Ilmu untuk Benteng Diri

Telaga Jonge merupakan objek wisata di Jelok, Pedukuhan Jonge, Desa Pancarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Di balik keindahannya, telaga ini ternyata

Close