Pohon Cagar Budaya Roboh

MERAPI-PURWANTININGSIH  Agus Purnomo dan warga Pedukuhan Dlingo 2 foto di dekat pohon Pelem Poh.
MERAPI-PURWANTININGSIH
Agus Purnomo dan warga Pedukuhan Dlingo 2 foto di dekat pohon Pelem Poh.

DLINGO (MERAPI) – Pohon besar yang diperkirakan berusia ratusan tahun di Dusun Dlingo 2, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo roboh. Pohon tersebut roboh, menimpa perkebunan milik warga. Menurut kepala Dukuh Dlingo 2, Parjiono, pada Jumat (17/1) pagi sekitar jam 7.30 WIB warga sekitar mendengar suara gemuruh disertai suara benda jatuh. Beberapa warga mendatangi sumber suara, ternyata pohon Pelem Poh yang punya garis lingkar sekitar 495 centimeter (4,95 meter) dan diperkirakan berusia lima ratus tahun tersebut roboh.

Masyarakat setempat merasa sangat kehilangan, karena selama ini pohon itu merupakan cagar budaya yang menjadi andalan di Desa Dlingo. Dijelaskan Parjiono, pohon tersebut dulu sering digunakan untuk upacara kenduri warga sekitar. Seiring perkembangan zaman acara tersebut sempat terheti dan akan dibangkitkan kembali.

“Warga sudah berencana melaksanakan upacara adat seperti dulu sebagai wujud melestarikan budaya. Tapi belum sempat terlaksana, lokasi yang biasanya digunakan di bawah pohon Pelem Poh justru roboh,” katanya.

Sesepuh Padukuhan Dlingo 2, Haryono menjelaskan, pohon tersebut dulunya sering digunakan untuk acara-acara tertentu yang ada kaitannya dengan kebudayaan. Namun, dengan robohnya pohon tersebut diharapkan kegiatan upacara adat atau kegiatan budaya lain.

“Saya berharap, robohnya Pelem Poh ini tidak menimbulkan apa-apa bagi warga sekitar. Mungkin pohon tersebut sudah terlalu tua. Bahkan sebelum ada Padukuhan Dlingo 2, pohon tersebut sudah ada,” imbuh Haryono.

Sementara Lurah Desa Dlingo, Agus Purnomo menyampaikan, pohon ini termasuk benda cagar budaya yang telah masuk dalam peta wisata. Serta sudah masuk dalam peta cagar budaya serta dimasukkan ke profil Desa Budaya Dlingo.

Agus berharap, kepada masyarakat Desa Dlingo agar tetap melestarikan dan nguri-uri kebudayaan yang sudah ada. Apalagi Desa Dlingo masih banyak cagar budaya yang selama ini belum sempat mendapat perhatian baik pendanaan maupun yang lainya.
“Saya minta kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul untuk lebih memperhatikan cagar budaya di desa-desa,” tegasnya.

Guna mengevakuasi pohoh tersebut masih menunggu keputusan para sesepuh terutama menghindari terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. (C-7)

Read previous post:
Air Putih Cegah Radang Persendian

KIAT menjaga kesehatan jiwa raga telah banyak dikupas berbagai media. Sebagian perlu membutuhkan tak sedikit uang, bahkan menggunakan sejumlah sarana

Close