Pengganti Jembatan Gantung Selopamioro Segera Dibangun

MERAPI-RIZA MARZUKI   Sidak Komisi A DPRD Bantul di bekas jembatan gantung Imogiri.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Sidak Komisi A DPRD Bantul di bekas jembatan gantung Imogiri.

IMOGIRI (MERAPI) – Kabar gembira diterima warga Dusun Jetis Desa Selopamioro dan warga Wunut Desa Sriharjo, Imogiri. Dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi A DPRD Bantul, Selasa (14/1) pagi disebutkan pembangunan jembatan baru yang menghubungkan kedua desa itu segera dilakukan tahun ini. Sidak yang dipimpin ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Salim itu bahkan menekankan pentingnya dibangun talud yang mengamankan lokasi sekitar dari bencana banjir. Diketahui jembatan gantung di lokasi tersebut hanyut diterjang banjir saat bencana Badai Cempaka tahun 2017 yang lalu.

Agus Salim menuturkan jika dalam pansus pengawasan ada enam titik jembatan yang masuk. Sementara ini baru satu jembatan yang sudah terlaksana pembangunannya. Sementara lima jembatan lain menurutnya belum dilakukan lantaran adanya gagal lelang, termasuk jembatan di Dusun Jetis yang menghubungkan dengan Desa Sriharjo tersebut. Sehingga pihaknya menekan pihak terkait agar realisasi jembatan bisa segera dilakukan. “Ini urgensinya adalah sebagai penghubung dua desa, dan jelas untuk meningkatkan perekonomian termasuk dalam saktor wisata,” sebut politikus PKB tersebut.

Agus menambahkan gagal lelang sebelumnya dikarenakan detail engineering desain (DED) sulit dilaksanakan. Sebelumnya DED untuk lima jembatan itu tidak detail menunjukkan bentuk tiap titiknya, hanya dibuat global. Sehingga kali ini DED dibuat pertitik. Untuk jembatan di Dusun Jetis ini menurut Agus ada perubahan desain. Salah satunya adalah adanya tiang penyangga di tengah jembatan. Tiang itu pada DED sebelumnya tidak ada sehingga sulit dikerjakan. “Kita juga mendorong adanya pembangunan talud atau sejenisnya agar masyarakat sekitar aman dari banjir dan longsor,” tegasnya.

Kabid Renovasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Ari Widiantara menyebut toyal anggaran untuk Jembatan di Dusun Jetis sebesar Rp 13,9 miliar. Pada bulan Desember 2019 sudah masuk lelang dan saat ini sudah pembukaan penawaran di ULP. Pihaknya berharap pada awal Februari sudah ada pemenang lelang dan pada Maret 2020 pengerjaan jembatan sudah dilakukan. Termasuk untuk lelang konsultan pengawas pihaknya juga berharap agar mendapat pemenang lelang bersamaan dengan lelang fisiknya. “Soalnya kalau pengawasnya juga belum maka pelaksanaan juga belum bisa dilakukan,” terangnya.

Pihaknya membenarkan ada enam paket jembatan yang seharusnya dibangun di Bantul. Sementara satu jembatan yang sudah tahap pelaksanaan adalah Jembatan Nambangan. Sementara Jembatan Dzighru Ghofilin, Jembatan Kedungjati, Jembatan Kemiri, dan Jembatan Gayam akan dilaksanakan serentak tahun ini. Total anggaran untuk lima jembatan itu sebesar Rp 57 miliar. “Itu anggaran hibah dari BNPB pusat,” terangnya.

Jembatan yang berada di Dusun Jetis ini menurutnya akan dibangun dengan panjang total 80 meter dengan lebar 8 meter. Jembatan itu memiliki badan jalan 6 meter dengan trotoar masing-masing 1 meter kanan dan kiri. Sementara itu akan dibangun talud sebagai penguat pondasi jembatan di sisi kanan dan kiri masing-masing sepanjang 100 meter. Untuk mendukung potensi wisata yang ada disana, dikatakan Ari jembatan itu juga akan diberikan ornamen-ornamen unik. “Itu nanti kontruksi baja dan ada ornamen unik bisa untuk selfie,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
RSUD Wonosari Rawat Belasan Pasien DBD

WONOSARI (MERAPI) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari Gunungkidul merawat 12 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), di mana salah

Close