Produksi Jagung Bantul Diprediksi Surplus

MERAPI-RIZA MARZUKI   Petani memanen jangung di area persawahan Manding, Bantul.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Petani memanen jangung di area persawahan Manding, Bantul.

BANTUL (MERAPI) – Kemarau panjang ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para petani jagung di Bantul. Pasalnya di saat harga tinggi, hasil panen komuditas ini di Bantul cukup tinggi. Bahkan pemerintah yakin target hasil panen sekitar 30.000 ton dapat tercapai hingga Desember ini. Pasalnya dengan panas yang cukup, tanaman jagung dapat tumbuh dan berbuah secara maksimal. Selain itu tanaman juga tidak rentan terhadap hama dan penyakit. Hingga Selasa (3/11), sebagian lahan jagung telah selesai dipanen.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul Bambang Pin Erwanta mengatakan, jagung saat ini memang masih menjadi komoditas andalan para petani di wilayahnya. Komuditas ini menjadi paling banyak ditanam selain padi dan kedelai. Hampir setiap tahun produksi jagung di Bantul terhitung tinggi. Pihaknya masih menunggu hasil keseluruhan panen jagung. Masa panen jagung menurutnya sudah dimulai sejak dua pekan yang lalu. “Saat ini sudah sebagian besar panen, tinggal menunggu beberapa sampai pertengahan Desember,” sebutnya.

Bambang Pin menjelaskan produksi Jagung di Bantul ditargetkan menembus angka 30.000 ton. Angka tersebut optimis bakal terlampaui karena tanaman Jagung musim kemarau, tahun ini, hampir merata ditanam di setiap kecamatan. Menurutnya sebagian besar lahan pertanian yang berada di dataran rendah yang pasokan airnya terbatas dimanfaatkan untuk penanaman jagung oleh petani. Sementara padi hanya ditanam di areal yang dekat dengan saluran irigasi, sebagian besar diantaranya berada di wilayah utara Bantul. “Jagung ini juga butuh air, tapi tidak sebanyak kalau padi, sehingga air tidak perlu banyak yang penting cukup,” imbuhnya.

Jagung hasil petani di Bantul menurutnya memiliki kualitas yang baik. Sehingga tidak heran jika selain di pasar lokal, jagung dari Kabupaten Bantul juga dipasarkan hingga ke luar daerah seperti Karanganyar, Wonogiri dan Pasuruan. Lebih lanjut, Bambang Pin menyebut kebutuhan pasar lokal Bantul terhadap jagung sudah dapat dipenuhi kemudian banyak pedagang dari luar daerah yang berburu jagung di wilayahnya. “Jadi kita juga menyuplai kebutuhan luar daerah,” paparya.

Keputusan para petani untuk menanam jagung pada kemarau ini dinilai tepat. Petani diuntungkan karena tanaman Jagung panen dengan hasil cukup memuaskan. koordinator lapangan petani Jagung di Manding Bantul, Eko Wartono membenarkan jika hasil panen jagung tahun ini cukup memuaskan. Menurutnya jagung kali ini tidak terkena jamur sehingga memberikan kepuasan tersendiri bagi petani. “Musim ini hasil panennya bagus. Karena kemarau. Jagung tidak kena hujan,” sebutnya.

Eko mengatakan, musim kemarau tahun ini produktivitas Jagung di area persawahan Manding sangat baik. Di lokasi itu saja ada sekitar 35 hektar lahan yang ditanami Jagung. Menurutnya, musim panen tahun ini hasilnya cukup menggembirakan. Setiap hektar lahan dapat menghasilkan Jagung sebanyak 10 – 12 ton. Angka ini lebih banyak dibandingkan musim biasanya yang hanya berkisar 8 ton tiap hektarnya. Keuntungan petani cukup besar pada musim ini, karena didukung harga Jagung cukup tinggi, diangka Rp 4 ribu/kilogram. “Petani untungnya lebih besar. Jagung tumbuh maksimal isinya penuh,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
Ceker Ayam Hindarkan Nyeri Sendi

ASUPAN bersifat alami baik berasal tumbuhan maupun satwa cukup beragam jenisnya. Ketika bisa atau cocok mendukung kesehatan badan sudah selayaknya

Close