Blanko KTP-el Habis, Naik KA Pakai Paspor

BANTUL (MERAPI) – Masyarakat kini harus menanggung dampak dari habisnya blanko KTP-el. Bagaimana tidak, untuk pergi ke luar daerah dengan kereta pun hatus menggunakan paspor. Salah satunya yang dialami Wiby Setya Permana, warga Piyungan sejak tiga tahun terakhir belum memegang KTP-el. Surat keterangan yang diberikan sebagai pengganti KTP-el kini rusak. Sehingga saat bepergian harus membawa paspor sebagai pengganti KTP-el.

Pria 24 tahun itu pada usia 17 tahun sudah melakukan perekaman dan mendapatkan KTP-el. Namun empat tahun kemudian KTP-el miliknya tidak bisa digunakan untuk mengajukan pinjaman ke bank. Alasannya, lantaran tidak tertera chip Radio Frequency Identification (RFID) yaitu teknologi pengiriman informasi singkat melalui gelombang radio. Dimana didalam chip tersebut tertera informasi pemiliknya. KTP-el miliknya juga tidak dapat digunakan untuk mengakses sistem layanan berbasis digital. “Setelah itu saya ke Disdukcapil untuk memperbaiki, sampai sekarang belum jadi,” terangnya, Rabu (30/10)

Setelah itu Wiby hanya menggunakan Suket sebagai pengganti KTP-el. Namun Suket tidak leluasa digunakan. Suket tersebut dinilai tidak efektif karena bentuknya lembaran kertas. Mudah rusak ketika disimpan. Apalagi ketika musim hujan. Karena terus dilipat dalam dompet. Suket mudah sobek. Bahkan suket milik Wiby belum ada sebulan, sudah sobek. Suket juga tidak bisa digunakan untuk beli tiket kereta. “Bayangin saya ke Klatem pakai kereta Prameks beli tiket harus pakai paspor. Sudah seperti orang asing di negeri sendiri,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bantul Bambang Purwadi mengakui blanko KTP elektronik di Bantul dari pemerintah pusat memang terbatas. Sehingga belum dapat menjangkau kepada seluruh peserta yang mendaftar. Setiap bulannya pemerintah pusat hanya menjatah blangko sebanyam 500 keping saja. Sementara jumlah permintaan yang mengantri melalui Disdukcapil smart sekitar tiga ribuan. Sedangkan yang saat ini memegang suket hampir 13 ribu. “Tidak usah khawatir. Kalau ngga bisa selesai tahun ini tahun depan. Silahkan request cetak KTP melalui aplikasi Disdukcapil Smart,” jelasnya singkat. (C-1)

Read previous post:
ilustrasi
Duel Pelajar Mabuk

LAGI-LAGI mabuk miras memicu terjadinya kejahatan. Dua pelajar yang positif dalam kondisi mabuk terlibat duel di Alun-alun Kidul hanya gara-gara

Close