PILKADA BANTUL 2020: Muhammadiyah Siapkan Kader

MERAPI-RIZA MARZUKI  Sahari A Salami
MERAPI-RIZA MARZUKI
Sahari A Salami

BANTUL (MERAPI) – Satu tahun sebelum pemilihan kepala daerah Kabupaten Bantul, berbagai kalangan mulai memunculkan nama yang digadang-gadang dapat berlaga dalam ajang lima tahunan tersebut. Salah satunya adalah Muhammadiyah yang berharap ada kadernya yang dapat maju sebagai calon kepala daerah. Meskipun bukan partai politik, namun organisasi Islam ini berharap dapat berperan secara aktif dalam pemerintahan.

Ditemui Merapi, Senin (28/10),Ketua PDM Bantul, Sahari A Salami mengakui ada dorongan dari jamaah supaya Muhammadiyah dapat berperan aktif dengan munculnya kader sebagai calon kepala daerah. Sehingga wacana itu sudah mulai menjadi pembicaraan diantara pengurus perserikatan. Sejauh ini ada dua nama yang sering muncul yakni mantan PJ Sekda Bantul, Totok Sudarto dan Sahari sendiri.

“Kita harus menyadari bahwa Muhammadiyah ini bukan partai politik, sehingga bagaimana marwah tetap terjaga namun aspirasi masyarakat itu terwadahi,” ungkapnya.

Sebagai perserikatan di dalam tubuh Muhammadiyah sendiri ada sejumlah elemen diantaranya adalah pimpinan cabang, ranting, dan jamaah. Seluruh elemen itu menurut Sahari secara resmi belum menentapkan kader yang akan diajukan. Muhamamdiyah akan melakukan konvensi untuk dapat menugaskan kadernya maju dalam pilkada. Secara pribadi, Sahari mengaku siap jika nantinya perintah itu jatuh pada dirinya. Pun begitu dia akan mendahulukan kader-kader yang lebih muda. “Kalau ditugaskan oleh perserikatan, jika memang diminta untuk maju, kenapa tidak,” ujarnya.

Untuk dapat mencalonkan kadernya Muhammadiyah salah satu caranya adalah dengan menggandeng partai politik. Sejauh ini Sahari menyebut sudah lebih dari lima partai politik yang sudah menjalin komunikasi. Meskipun belum secara khusus membahas terkait pilkada, namun partai-partai seperti PAN, PKB, dan PKS memberi gambaran untuk dapat berjalan bersama dengan Muhammadiyah. “Pembicaraan masih sangat normative, belum mengarah khusus pada pilkada,” tegasnya.

Menggandeng partai politik bukan satu-satunya langkah yang bisa diambil. Sahari mengatakan bukan mustahil jika nantinya akan ada koalisi dengan Nahdlatul Ulama (NU). Justru komunikasi saat ini juga sudah dijalin dengan NU meskipun informal. Sehingga majunya kader Muhammadiyah-NU secara independen bukan tidak mungkin. Menurutnya peta kekuatan Muhammadiyah dan NU di Bantul sedikit banyak bisa diproyeksikan dari hasil pemilihan DPD dalam pileg lalu. Suara basis Muhamamdiyah yang lalu mencapai 55 ribu. Sehingga untuk mencari dukungan 7,5 % dari total DPT di bantul bukan perkara sulit. “Kalau syaratnya harus ada dukungan 7,5 % dari DPT sekitar 53 ribu, suara kita kemarin sudah cukup nanti ditambah dari saudara-saudara kita NU,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
Sejumlah Titik Kekeringan Sulit Cari Bantuan

DLINGO (MERAPI) - Pemerintah yang menggandeng pihak swasta sudah menyalurkan ratusan tangki air bersih ke daerah kekeringan. Namun begitu sejumlah

Close