Siswa dan Guru SMP 1 Bantul Salat Istisqo

Siswa dan guru mengikuti salat istisqo di halaman SMP 1 Bantul. (MERAPI-RIZA MARZUKI)
Siswa dan guru mengikuti salat istisqo di halaman SMP 1 Bantul. (MERAPI-RIZA MARZUKI)

BANTUL (MERAPI) – Salat Istisqo atau salat sunnah meminta hujan diikuti oleh seribuan siswa, guru, dan karyawan SMP 1 Bantul, Jumat (25/10) pagi. Salat ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban kekeringan yang melanda sebagian wilayah di Bantul sekaligus sebagai upaya meminta hujan segera turun. Selain menggelar salat berjamaah, siswa menyumbangkan uang jajan untuk memberikan bantuan air kepada warga terdampak kekeringan.

Didampingi Kepala SMP 1 Bantul, Tri Kartika Rina, Guru Pendidikan Agama, Teguh Supriyono mengatakan salat istisqo ini dilaksanakan pukul 07.00 wib atau pada jam pelajaran pertama. Menggunakan halaman sekolah, salat ini merupakan program yang dilaksnakan menyusul kondisi musim di Bantul yang sudah mulai menghawatirkan. Bertindak sebagai imam dan khotib adalah Ustadz Surono NP.
“Agama Islam mengajarkan salat ini untuk meminta hujan kepada Allah, sehingga kita juga berihtiar agar warga yang kekeringan segera mendapatkan solusi dengan turunnya hujan,” jelasnya.

Salat istisqo siikuti oleh seluruh siswa muslim, sedangkan untuk siswa dan guru non muslim juga melaksanakan doa bersama di tempat terpisah. Lebih lanjut Teguh menjelaskan salat berjamaah ini dilaksanakan sebagai upaya unutk mrmbentuk karakter siswa. Pihaknya berharap sifat empati siswa atau kepedulian kepada orang lain akan terbangun. Secara otomatis seluruh peserta juga akan mengintrospeksi diri terkait rasa syukur terhadap nikmat air yang selama ini dirasakan.

“Siswa akan lebih bersyukur karena tidak ikut terdampak, sehingga mereka akan lebih berhemat dalam menggunakan air sehari-hari,” ujarnya.

Seusai salat, siswa mengumpulkan uang jajan untuk mendonasikan air kepada warga terdampak. Uang infak yang terkumpul sebesar Rp 2,2 juta. Seluruhnya akan disalurkan kepada warga di dua kabupaten, yakni Bantul dan Gunungkidul. Dari dana yang terkumpul, Taguh memperkirakan dapat menyumbangkan sekitar 200 tangki air bersih. “Semoga dapat mengurangi kesulitan warga, rencana ke Kecamatan Dlingo dan Panggang,” sebutnya. (C-1)

Read previous post:
Kritis Menjawab Digitalisasi Politik

UMBULHARJO (MERAPI) - Digitalisasi politik harus ditandingi dengan politisasi digital agar perangkat teknologi ini tidak dilembagakan menjadi teknokrasi yang dapat

Close