PASCA BANJIR 2017: Jembatan Sesek Akses Andalan

MERAPI-RIZA MARZUKI  Seorang warga melintas di atas jembatan sesek.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Seorang warga melintas di atas jembatan sesek.

IMOGIRI (MERAPI) – Sebuah jembatan bambu atau sesek menjadi andalan warga Imogiri dan Pundong, sebagai akses terdekat melintasi Sungai Opak. Meski hampir tiga tahun berjalan, pemerintah belum juga membangun jembatan yang lebih layak. Padahal tanpa jalur ini, masyarakat harus menggunakan jalur memutar lebih dari 10 km. Warga tetap menggunakannya meski harus membayar saat melintasi sesek di Dusun Pelemadu, Sriharjo, Imogiri tersebut.

Suara bambu semakin menambah kengerian saat motor melintas, sementara kondisi badan jembatan yang bergoyang membuat pengendara harus sangat hati-hati agar tidak terperosok. Salah satunya Sri Supatmi, yang harus dibantu oleh warga karena tidak berani mebgandarai motor di atas jembatan. Warga yang berjaga langsung sigap membantu mengantar motor dari Pundong Ke Imogiri.

“Tidak berani, yang bawa motor bapaknya yang jaga. Setiap hari begitu,” ujar warga Imogiri yang berjualan di Pasar Pundong tersebut.

Jembatan ini menghubungkan Desa Sriharjo, Imogiri dengan Desa Canden Jetis dan Kecamatan Pundong. Tanpa jembatan sepanjang 100 meter ini, warga harus memutar melewati Jembatan Barongan atau Jembatan Soka yang berjarak lebih dari 10 km. Sekali melintas, satu motor dikenakan tarif Rp 2000. Tarif melintas ini digunakan untuk biaya pbangunan dan perawatan jembatan. Pasca banjir Badai Cempaka tahun 2017 lalu, jembatan permanen rusak dan runtuh terbawa air banjir. Sehingga warga berinisiatif untuk membangun jembatan darurat secara swadaya. “Setiap hari dua kali, berangkat pagi dan siang pas pulang,” sebut Sri, warga Selopamioro tersebut.

Setidaknya ratusan sepeda motor melintas setiap hari. Terlebih lagi saat hari pasaran, banyak pedagang dan warga dari Imogiri yang melintas menuju ke pasar Pundong. Belum lagi siswa yang bersekolah di wilayah Pundong. Selain di Duaun Pelemadu, sebuah jembatan bambu juga dibangun secara swadaya di Dusun Sungapan Imogiri yang menghungbungkan secara langsung dengan Kecamatan Pundong.
Carik Desa Sriharjo, Kuswoyo membenarkan bahwa jembatan tersebut diinisiasi oleh warga setempat.

Menurutnya, pengajuan bantuan pembangunan jembatan pun sudah dilayangkan termasuk kepada pemerintah ousat melalui Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Namun pembangunan itu pun dipastikan tidak dapat dimulai tahun 2019 ini. Menurut informasi yang didapatnya, tahun ini pemrintah baru membuat detail engenering desain (DED) jembatan. Setelah DED selesai, paling cepat pembangunan jembatan akan dimulai satu tahun berikutnya. “Termasuk yang Dusun Sungapan kemarin ada info akan dibangun, tp sampai sekarang belum terlihat tindak lanjutnya. Untuk Jembatan Pelemadu tahun ini baru DEDnya,” paparnya. (C-1)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-BAMBANG PURWANTO Lima petugas pengawas pemilu terima santunan.
5 Pengawas Pemilu Terima Santunan

WONOSARI (MERAPI) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Selasa (10/9), memberikan santunan Petugas Pengawas Pemilu 2019 yang mengalami kecelakaan kerja saat

Close