Bupati Siap Evaluasi CFD di Depan Pasar Bantul

MERAPI-RIZA MARZUKI  Panggung Car Free Day berada di depan pintu masuk utama Pasar Bantul.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Panggung Car Free Day berada di depan pintu masuk utama Pasar Bantul.

BANTUL (MERAPI) – Selama tiga tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Car Free Day (CFD) di depan Pasar Bantul. Pelaksanaan kegiatan massal di lokasi itu ternyata menuai keluhan dari para pedagang pasar tradisional tersebut. Alih-alih meningkat, selama pelaksanaan CFD omzet penjualan justru mengalami penurunan. Menanggapi hal ini, Bupati Bantul, Suharsono mengaku akan mengevaluasi CFD yang dilaksanakan tiap minggu pagi tersebut.

Salah satu pedagang Pasar Bantul, Mujiyem misalnya. Setiap minggu pagi dia harus mulai berjualan lebih siang dibanding hari biasanya. Hal ini lantaran harus menunggu CFD selesai. Sehingga waktu berdagang akan terpotong beberapa jam. Padahal waktu buka toko pada pagi hari dinilai lebih efektif. Lantaran pengunjung pasar lebih memilih berbelanja dipagi hari daripada siang hari. “Barang yang laku sedikit, eman-eman,” sebutnya, Minggu (8/8).

Pada saat pelaksanaan CFD akses jalan depan pasar tradisional terbesar di Bantul itu ditutup total. Menurutnya, masih bisa membuka dagangan dengan melalui akses dari belakang pasar. Namun sama saja tidak ada yang beli lantaran pembeli tidak dapat menjangkau toko karena harus memutar. Sepinya pengunjung pada bagian depan Pasar Bantul ini juga terjadi hari-hari biasa meskipun tidak separah saat CFD. Pembeli biasanya akan langsung menuju ke bagian belakang pasar. “Disana (belakang pasar) lebih ramai, orang itu masuk pasar banyak dari samping dan belakang. Jujug disana,” imbuhnya.

Senada dengan Mujiyem, pedagang lain, Tukijem juga mengeluhkan sepinya pengunjung di bagian depan pasar. Selain karena CFD, menurutnya kondisi ini karena kurangnya promosi. Masyarakat lebih memilih masuk melalui samping dan belakang pasar. “Sudah sepi, ditambah harus buka siang kalau minggu,” keluhnya.

Agus Salim
Agus Salim

Pelaksanaan CFD di depan pasar yang berada di Jalan Jendral Sudirman Bantul itu juga menuai kritikan dari kalangan dewan. Anggota DPRD Bantul, Agus Salim mendorong agar Bupati segera melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya kawasan jalan protokol itu merupakan pusat ekonomi dan bisnis di Bantul. Sehingga meskipun dilaksanakan mulai pukul 06.00-09.00 pagi, namun CFD ini akan sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi di area tersebut. “Segera dicarikan solusi agar tidak merugikan pedagang,” harapnya

Politikus PKB ini memberikan beberapa alternatif solusi, salah satunya adalah dengan memindah lokasi pelaksanaan CFD. Alun-alun Paseban yang berasa di depan Kantor Bupati Bantul menurutnya bisa menjadi alternatif. Pasalnya dilokasi itu lebih aman dari potensi merugikan pedagang pasar. Justru dengan pemataan yang baik, banyak warga yang bisa memanfaatkan momentum CFD itu untuk berjualan. “Atau solusi lain adalah pelaksanaannya tidak seminggu sekali, tapi cukup sebulan sekali,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Bantul, Suharsono mengaku akan segera melakukan evaluasi terkait pelaksanaan CFD. Menurutnya evaluasi yang mungkin dilakukan adalah mengurangi waktu CFD. Pelaksanaan CFD seminggu sekali ini memang berpotensi membuat masyarakat bosan. Namun begitu Suharsono belum dapat memastikan apakah akan dilaksanakan dua pekan sekali atau justru satu bulan sekali. “Rencananya dua minggu sekali, kalau seminggu sekali terlalu cepat. Nanti (masyarakat) cepat bosan,” jelasnya singkat. (C-1)

Read previous post:
LENGKAPI SEKTOR PARIWISATA DI PUTAT: Pemilik Homestay Pelatihan Kuliner

PATUK (MERAPI) - Perkembangan sektor pariwisata di Kecamatan Patuk, khususnya Desa Putat, terus mengalami peningkatan. Kondisi ini harus disikapi dengan

Close