Guru Besar Muhammadiyah Diskusikan Pendidikan

Suasana Silaturahim Guru Besar Muhammadiyah. (HARIAN MERAPI-SULISTYANTO)

BANTUL (HARIAN MERAPI) – Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Silaturahim Guru Besar Muhammadiyah di Gedung AR Facrudin UMY, sabtu-Minggu (27-28/7) lalu. Pada hari pertama, lebih banyak menghimpun pemikiran tokoh-tokoh intelektual untuk mendiskusikan masa depan pendidikan lebih khusus di Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi saat sambutan penutupan antara lain mengungkapkan, di tengah perubahan ini para guru besar Muhammadiyah perlu menjadi rambu yang dapat mengarahkan kepada kebenaran dan kebaikan. Jangan sampai para intelektual ini terbawa dengan pola pikir pendek yang marak saat ini dan kehilangan perspektifnya dalam memandang luasnya isu dan problem yang terjadi.

“Anda harus bisa mencegah masyarakat jatuh dalam taqlid atau mengekor buta dan memberikan solusi yang lebih baik dan bermanfaat,” tegasnya.

Haedar menyebutkan para guru besar Muhammadiyah tersebut harus menjadi basis penghasil keilmuan yang kokoh. Saat ini Muhammadiyah memiliki 235 guru besar dan salah satu tugas kepada masyarakat adalah sebagai peningkatkan kebebasan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan pemikiran yang maju sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas.

Hari sebelumnya, Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budianto MP menegaskan pentingnya memahami tiga pilar Muhammadiyah yang menentukan masa depan bangsa. Ketiga pilar yang ikut menentukan masa depan bangsa, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Khususnya pada hari ini yang menjadi bahasan pokok adalah pendidikan,” tandasnya.

Ditambahkan, pada abad kedua ini pimpinan Muhammadiyah mulai menyadari bahwa ujung tombak gerakan Muhammadiyah itu ada di perguruan tinggi. Oleh karena itu momen ini menjadi begitu sangat penting, untuk merumuskan bagaimana dengan tingkat kepakaran yang dimiliki masing-masing bisa memberikan kontribusi positif kepada Muhammadiyah untuk lebih bisa bergerak ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal senada ditegaskan pula oleh Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Lincolin Arsyad, bahwa silaturahim guru besar Muhammadiyah ini, selain mendiskusikan tentang tinjauan mengenai Muhammadiyah khususnya pada pendidikan, juga sebagai ajang silaturahim seluruh Guru Besar yang tersebar di seluruh Indonesia. “Tentu yang menjadi tujuan utama pada acara hari ini adalah silaturahim yang kita jalin bersama,” tuturnya.

Salah satu peserta kegiatan, Prof Dr Djoko Pekik Irianto MKes AIFO yang juga Ketua Umum KONI DIY mengungkapkan, silaturahim Guru Besar Muhammadiyah seperti ini penting dilaksanakan secara berkesinambungan, antara lain untuk memikirkan kemajuan Bangsa terutama terkait pendidikan.

“Dalam waktu sekitar satu minggu digerakkan melalui info WA, 130 profesor Muhammadiyah bisa hadir di UMY,” ungkap Djoko. (Yan)


MERAPI-SULISTYANTO
Suasana Silaturahim Guru Besar Muhammadiyah.

Read previous post:
Peduli Pendidikan, Sheraton Mustika Yogyakarta Bagikan Sepatu

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa menggelar acara kegiatan CSR dengan tema “Shoes for School” ,

Close