Bantul Siapkan Layanan Nasional 112

MERAPI-RIZA MARZUKI  Kepala Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Kepala Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati.

BANTUL (MERAPI) – Layanan emergency atau kegawatdaruratan secara nasional menggunakan nomor 112 tengah digenjot oleh pemerintah pusat untuk bisa diterapkan disemua kabupaten/kota. Bantul sendiri menargetkan tahun 2020 sudah menggunakannya untuk respon cepat kejadian kecelakaan, bencana alam, atau kegawatdaruratan lainnya. Saat ini layanan Public Safety Center (PSC) 119 sudah digunakan, namun masih bersifat lokal Bantul.

Rencana yang sedang dipersiapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul ini dipastikan akan menambah daya layanan serupa yang saat ini ada. Kepala Diskominfo Bantul, Fenty Yusdayati menjelaskan layanan 112 akan terintegrasi dengan PSC 119, rumah sakit, PMI, BPBD, Polisi, dan pelayanan kegawatdaruratan lainnya. Nomor 112 secara nasional sudah dikenal sebagai nomor darurat yang bisa dihubungi kapanpun. “Dulu memang secara teknis diserahkan kepada provinsi, tapi pusat sekarang mengharap kabupaten langsung yang melaksanakan,” ujarnya.

Sejauh ini, Fenty mengatakan baru 10 kabupaten/kota yang mampu menerapkan layanan panggilan darurat tersebut. Secara umum, Pemerintah Pusat menargetkan hingga tahun 2022 semua kabupaten/kota sudah terintegrasi. Bedanya, layanan panggilan darurat nasional ini juga terintegrasi secara nasional. Sehingga Pemerintah Pusat bisa langsubg mengakses dari Jakarta. “Jika pusat bisa mengakses langsung, jika dibutuhkan penanganan dengan sekala besar bisa dilakukan,” sebutnya.

Nomor darurat 112 juga sangat dibutuhkan bagi Bantul sebagai wilayah yang rawan bencana. Laporan kejadian yang cepat, maka akan direspon secara cepat dari pusat. Menurut Fenty, nomor darurat yang secara nasional sudah disepakati maka akan memudahkan pula bagi wisatawan luar daerah. Ketika berkunjung ke Bantul, wisatawan cukup mengingat 112 sama seperti nomor darurat di wilayah asalnya. “Jadi wisatawan itu sudah tahu nomor berapa yang harus dihubungi saat terjadi insiden arau kecelakaan atau dalam situasi darurat,” paparnya.

Lebih lanjut, saat ini selain menyiapkan rancangan teknisnya, Diskominfo juga mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan. Menurut Fenty, gambaran awal sesuai informasi dari pusat kebutuhan anggaran untuk operasional dan pajak sekitar Rp 200 juta per-tahunnya. “Sebenarnya tidak besar kebutuhan anggarannya,” pungkas mantan Kepala Bappeda Bantul tersebut. (C-1)

Read previous post:
Kebugaran Fisik Tunjang Kemabruran Haji

MADINAH (MERAPI) - Jemaah haji diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi jelang puncak ibadah haji. Sebab dengan kesehatan tersebut, akan dapat

Close