Ayam ‘White Face’ Dijadikan Klangenan

Sepasang ayam white face atau berwajah putih. (MERAPI-TEGUH)

PENAMPILANNYA memang beda dengan ayam kebanyakan, wajah terkesan lucu namun ada wibawa dalam setiap polahnya. Itulah kesan awal ketika melihat ayam white face spanis alias ayam berwajah putih dari Spanyol. Di negara asalnya ayam ini dibudidayakan layaknya ayam petelur, sedangkan di Indonesia masih dijadikan ayam hias.

Hal ini seperti diungkap Dwi Susanto peternak ayam hias Prayitno Farm di kawasan Pereng Wetan Sedayu Bantul, belum lama ini. Dijelaskan pula, jenis ayam ini termasuk ayam impor. Terutama bagian wajah/kepala maupun postur tubuh ayam ini tampil unik dan sangat menarik jika dijadikan hiasan misalnya dibuatkan kandang di halaman rumah.

“Sudah sekitar dua tahun lalu, saya mencoba mengembangbiakan jenis ayam impor ini dan cocok dijadikan sebagai satwa klangenan,” jelasnya.

Meski demikia, Dwi mengakui masih kesulitan untuk memproduksi anakan secara besar-besaran. Pasalnya, setiap telur yang dihasilkan meski hasil perkawinan, namun belum tentu terbuahi. Sebetulnya permintaan pasar seperti Surabaya, Jakarta, Semarang dan kota-kota besar di Jawa lainnya sangat tinggi, namun kendala justru pada budidaya yang masih minim.

“Kalau pasar kita tidak khawatir, karena pemainnya masih sedikit. Untuk DIY sepertinya baru saya yang sudah mulai membudidayakan. Hanya saja sangat terbatasi produksinya, karena kendala pada telur yang tidak terbuahi secara sempurna,” ucapnya.

Dijelaskan Dwi, budidaya ayam hias pada umumnya tidak pernah mengalami kata berhenti, sebab setiap ayam memiliki daya pikat serta keunikan tersendiri. Sehingga untuk merujuk pada tren sangatlah sulit, tidak seperti jenis burung tertentu. Khususnya ayam white face ini meski saat ini masih tergolong langka namun bila ternyata kemudian mengalami booming, dapat dikembalikan ke fitrahnya sebagai ayam petelur sebagaimana di negara asalnya.

“Selama ini harga relatif stabil, sehingga masih aman menjadi ayam hias dan wajahnya juga eksotik,” kata dia.

Ditambahkan, seperti halnya unggas pada umumnya bulu-bulu ayam betina ayam ini juga mengalami rontok pada usia pasca produktif. Namun akan tumbuh kembali bagai mengalami peremajaan dan dapat berproduksi lagi, meski tidak sebanyak pada periode sebelumnya. Adapun harga ayam white face usia empat setengah bulan, atau dara persiapan produksi biasa dipatok kisaran Rp 2,5 juta perpasang. Sedangkan variasi warna bulu yang biasa ada di pasaran selain hitam ada juga warna merah, putih serta abu-abu.

“Warna tidak berpengaruhi pada harga, namun keindahan warna akan kian indah jika tampak ada varian warna hitam yang agak mengkilap seperti warna sambeliler. (C-3)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Serat Kayu Lawasan Tebarkan Pesona

HALAMAN serta pekaran suatu rumah banyak tumpukan kayu lawasan. Sebagian hasil bongkaran rumah Jawa, seperti limasan, joglo bahkan kandang kerbau

Close