WARGA KARANGNONGKO DATANGI KANTOR DLH- Desak Usut Pelaku Pencemaran Sungai


Warga Karangnongko mendatangi DLH Bantul menuntut kasus pencemaran sungai diusut tuntas.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Warga Karangnongko mendatangi DLH Bantul menuntut kasus pencemaran sungai diusut tuntas.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Puluhan warga Dusun Karangnongko Panggungharjo Sewon Bantul mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Senin (15/7). Kedatangannya mendesak DLH mengusut tuntas kasus pencemaran sungai atau saluran irigasi yang melewati perkampungan mereka.

Dalam aksinya warga membentangkan spanduk berisi keluhan sekaligus desakan kepada DLH untuk mengusut kasus pencemaran saluran irigasi. “Pencemaran ini sebenarnya terjadi sudah bertahun-tahun tetapi warga memilih diam. Beberapa hari terakhir air yang melewati saluran irigasi yang masuk ke kampung kami berwarna putih keruh yang menimbulkan bau tak sedap,” ujar perwakilan warga Karangnongko, Waljito kepada wartawan disela-sela pengaduan.

Atas kejadian itu, awalnya beberapa warga sepakat mencari asal pencemaran dengan mencari sumbernya dari hilir ke hulu. Saat itu warga mendapati air putih keruh yang berasal dari pabrik PT Samitex. Atas temuan warga tersebut sebelumnya telah melapor ke Pemerintah Desa Panggungharjo tetapi pihak kelurahan tak sanggup karena tak memiliki kewenangan.

Untuk itu kedatangan warga ke DLH selain melakukan pengaduan sekaligus meminta pihak DLH membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi dan mencari penyebab pencemaran sehingga kasus tersebut menjadi tuntas.

Karena dalam UU No 32 Tahun 2009 sudah jelas bahwa pelaku perusakan lingkungan harus bertanggung jawab.
“Kalau ada pelanggaran tentang pencemaran kami akan menuntut hak, karena lingkungan kami sudah rusak. Selain itu pencemaran agar segera dihentikan sehingga tidak meracuni warga,” tegas Waljito.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho ST MSc langsung menerjunkan petugas untuk melakukan pengambilan sampel. Dari pengambilan sampel nanti akan dianalisis dan diuji untuk mengetahui limbah apa, dari mana dan apakah pencemaran yang terjadi bmelampaui ambang batas.

“Untuk itu kami berharap warga bersabar menunggu hasil uji laboratorium. Karena hal ini tidak terjadi secara instan, butuh proses dan waktu,” tegasnya. >(C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
Afwan (kiri) saat menyampaikan materi dalam penyuluhan tentang UU ITE. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
PENYULUHAN UU ITE- Minimnya Pemahaman Picu Pelanggaran

CANGKRINGAN (MERAPI) - Masih banyaknya warga masyarakat yang terjerat kasus UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menjadi keprihatinan semua pihak.

Close