NIKMATI KOPI DENGAN SUASANA KEBUN-Jauh dari Bising, Ngobrol Tambah Santai

Suasana kebun menjadi daya tarik tersendiri saat menikmati minuman kopi. (MERAPI-SULISTYANTO)

SEIRING maraknya jagat kopi, penyedia minuman aneka jenis kopi dan makanan ringan kian mudah ditemukan. Tempat penyedia maupun kuliner spesial minuman ini banyak dibuat agar tampil beda, sehingga memberi kesan tersendiri bagi konsumen.

Saat menyambangi lokasi Kopi DST di kawasan Tamantirto Kasihan Bantul, beberapa kekhasan pun dapat ditemukan. Tempat untuk menikmati kopi, selain ada yang model ruangan memanjang, ada pula di kebun beratap langit. Suasana kebun seperti ini ternyata malah menjadi keunggulan tersendiri dan menjadikan konsumen merasa betah, baik sekadar ngopi melepas penat, ngobrol sampai mengerjakan tugas kuliah.

“Di lokasi dengan suasana kebun seperti ini saya merasa betah. Jauh dari bising suasana kota, ngobrol menjadi lebih santai dan bisa nyaman mengerjakan tugas kuliah. Apalagi di sini juga sudah dilengkapi dengan Wi-Fi,” papar Aris salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Yogya kepada Merapi, baru-baru ini.

Tak kalah penting, sebutnya, aneka jenis pilihan kopinya pun beragam, bahkan baristanya juga sudah profesional dalam meracik kopi dan pelayanannya ramah. Beberapa jenis kopi ada pula yang bisa dimix atau dikombinasi, misalnya jenis kopi robusta dari suatu daerah dimix dengan kopi Arabika dari daerah berbeda. Ketika ingin membeli kopi masih mentah (green bean) maupun sudah disangrai (roasted been), bisa juga.

“Bahkan kalau kita membawa green bean lalu ingin diroasting, pihak dari DST siap melayani pula,” jelasnya.

Reza P dari Kopi DST membenarkan, pihaknya siap menerima jasa roasting atau menyangrai kopi mentah. Proses hanya tiga hari dalam seminggu, yakni Rabu, Jumat dan Ahad mulai pukul 13.00 sampai 17.00 dan biayanya saat ini Rp 25.000 perkilogram. Pihaknya sudah memiliki mesin untuk proses menyangrai. Adapun beberapa jenis kopi populer dari berbagai daerah tersedia juga di tempatnya, baik masih green bean maupun roasted been. Antara lain ada Arabika dari Gayo, Kerinci, Flores dan Papua.

“Jenis robustanya paling favorit dari Temanggung, termasuk jenis kopi lanang dengan cita rasa lebih khas dan wujud bijinya tunggal. Ada lagi jenis kopi margorika yang kian populer di sini, yakni perpaduan kopi robusta dari Temanggung dan Arabika dari Jawa Barat. Biji kopi dengan warna unik, misalnya Arabika Yelow Catura dari Flores, karena setelah matang berwarna kekuningan,” beber Reza.

Salah satu owner Kopi DST, Panji N menambahkan, pihaknya mengelola usaha kopi tersebut sudah memasuki tahun ketiga. Adanya lokasi bersuasana kebun antara lain merespon masukan dari konsumen serta relasi. Tak sedikit generasi muda lebih tertarik di lokasi ini, mulai sekadar ngobrol sampai mengerjakan tugas kuliah. Tentu saja sembari ngopi serta dapat ditemani makanan ringan, misalnya olahan dari singkong, kentang, jamur, pisang maupun siomay.

“Adanya usaha seperti ini, semoga bisa menjadi inspirasi juga bagi mahasiswa atau generasi muda untuk berwirausaha termasuk di bidang kuliner,” ungkapnya.

Pihaknya pun, mencoba menanam sendiri pohon kopi tak jauh dari lokasi tersebut. Jumlahnya ada 15 pohon, varietas AT dan bibitnya membeli dari Magetan. Saat pohon berumur kisaran dua tahun sudah ada yang berbuah. Hanya saja buahnya kurang bagus, atau tak maksimal ukurannya. Diperkirakan soal struktur tanah maupun suhu udara memberi pengaruh. (Yan)

Read previous post:
Sleman United Daftarkan 25 Pemain ke Liga 3 DIY

SLEMAN (MERAPI) - Sleman United mengakhiri seleksi pemain untuk menghadapi Liga 3 regiolan DIY. Skuad yang dimanajeri Handoko Sutanto dan

Close