Samawi Award, Penghargaan untuk Orang Peduli

MERAPI-RIZA MARZUKI Penyerahan Samawi Award oleh Drs H Idham Samawi.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Penyerahan Samawi Award oleh Drs H Idham Samawi.

PANDAK (MERAPI) – Samawi Institute kembali menggelar Resepsi Wong Cilik #2, Minggu (23/6) malam. Setelah sukses pada perhelatan sebelumnya di Piyungan, kali ini Lapangan Jodog, Pandak menjadi tempat selebrasi penyerahan Samawi Award. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh atau lembaga komunitas yang dinilai memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Ribuan warga memenuhi acara yang sekaligus memperingati hari ulangtahun ke-69 Drs. H. Idham Samawi.

Sejumlah tokoh masyarakat nampak hadir bersama aktivis PDI Perjuangan. Suasana menjadi sangat meriah dengan tampilnya seniman di antaranya Didi Kempot, Aldo Iwak Kebo, Joned, dan Wisben Antoro. Perhelatan ini diakhiri dengan pentas wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugroho yang menghadirkan lakon Lahire Pari Kesit.

“Seniman-seniman ini sangat ditunggu oleh masyarakat, sehingga kami hadirkan dalam Resepsi Wong Cilik,” sebut ketua panitia, Noor Janis Langga Barana.

Samawi award sendiri tahun ini diberikan kepada komunitas dan aktivis lingkungan, dan seni budaya. Jogja Garuk Sampah sebagai komunitas pegiat lingkungan mendapat penghargaan bersama empat penerima lain, yakni Alm. Hendri Suprapto maestro batik pewarna alami, jurnalis Oka Kusumayudha, seniman Tedjo Badut, dan Sanggar Bambu yang sudah 60 tahun konsisten sebagai komunitas pencetak banyak seniman dan budayawan. Noor Janis menyebut, selain Samawi Award, dalam kesempatan itu diberikan pula penghargaan kepada Pengurus Ranting PDIP se DIY atas prestasi perolehan suara dalam Pemilu Legislatif April yang lalu.

“Pengurus Ranting PDIP yang dapat penghargaan Caturtunggal Sleman, Sidorejo Ponjong, Srikayang Sentolo, Kricak Tegalrejo Yogya, dan Pengurus Ranting PDIP desa Wukirsari Imogiri,” paparnya.

Salah satu penerima award, Tedjo Badut kepada Merapi mengaku kaget. Sebelumnya tidak tahu jika aktifitasnya di bidang kesenian dan budaya itu diperhatikan oleh Samawi Institute. Meski tidak pernah terfikir akan mendapat penghargaan, dia menyebut bangga. Award yang diterima, bagi Tedjo justru menjadi cambuk agar perjuangannya di bidang seni budaya dapat semakin besar.

“Saya tiba-tiba dikasihtahu, ya kaget. Tapi saya terharu, saya anggap ini bagian dari semangat mengembangkan kesenian,” ujarnya.

Kepada ribuan warga, Drs H Idham Samawi kembali menekankan agar seluruh masyarakat Indonesia mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Menurut mantan Bupati Bantul 2 periode ini, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sejumlah pihak yang berkeinginan mengganti dasar negara mulai bermunculan secara terbuka. Bahkan bukan hanya perseorangan, namun juga kelompok. Padahal, pancasila sudah disepakati oleh pendiri bangsa sebagai dasar negara yang mampu mempersatukan semua elemen bangsa. Sehingga dipastikan jika diganti maka Indonesia akan terpecah. “Sekali lagi, mari bersama Idham Samawi menjadi garda terdepan mempertahankan Pancasila, dan melawan siapapun yang berniat menggantinya,” tegasnya. (C-1/C-2)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Di Pati, Daftar Tunggu Haji Sampai Seperempat Abad

PATI (MERAPI) - Daftar tunggu (waiting list) untuk berangkat haji di Pati, memakan waktu hingga seperempat abad lamanya. Pendaftaran jamaah

Close