SELAIN ANDALKAN CALL CENTER 119 – Dinkes Bantul Buka Posko Layanan Khusus

MERAPI-RIZA MARZUKI Pengecekkan fasilitas ambulan yang akan digunakan untuk arus mudik dan balik.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Pengecekkan fasilitas ambulan yang akan digunakan untuk arus mudik dan balik.

BANTUL (MERAPI) – Pelayanan kesehatan bagi para pemudik menjadi wajib disiapkan untuk mengantisipasi kecelakaan atau penurunan kondisi kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes Bantul) menyiapkan 4 pos kesehatan bagi para pemudik dan wisatawan. Selain membangun pos kesehatan, Dinkes mengoptimalkan layanan call canter 119 dan puskesmas di tiap kecamatan.

Ditemui usai Apel Kesiapsiagaan akhir pekan lalu, Kepala Dinkes Bantul, Maya Sintowati mengaku ada puluhan mobil ambulans yang standby selama Lebaran. Ambulans tersebut tidak hanya dari pemerintah namun melibatkan lembaga swasta seperti Lazisnu, Lazismu, dan lembaga lainnya. Seluruhnya tersebar di 17 kecamatan, dengan begitu diharapkan layanan kesehatan akan lebih cepat diakses saat terjadi kecelakaan atau kondisi gawat darurat. “Ambulans ini juga dilengkapi dengan peralatan lengkap untuk keselamatan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Maya menyebut ada pos kesehatan yang dibangun yakni Pos Parangtritis, Pos Puskesmas Pembantu Mangunan, Pos Goa Camara, Pos Pantai Baru, Pos Bantul Kota, Pos Ringroad Timur, Pos Srandakan, dan Pos Piyungan. Posko ini difungsikan untuk mengantisipasi kecelakaan atau kesehatan pengunjung agar cepat mendapatkan layanan kesehatan. Namun untuk penanganan lanjutan tetap dilakukan di puskesmas maupun rumahsakit. Petugas yang ditempatkan secara bergantian mulai H+1 sampai H+4 berasal dari Dinkes Bantul yang dibantu unsur swasta dan relawan. “Personel gabungan sebanyak 212 orang,” imbuhnya.

Maya menambahkan untuk layanan reaksi cepat, masyarakat dapat menggunakan call center 119. Layanan itu sendiri memiliki empat ambulan yang siap, namun biasanya akan dilebih cepat dijangkau oleh kendaraan lain yang juga bisa diakses melalui 119 yang melayani selama 24 jam. Disisi lain pihaknya juga melakukan pantauan terhadap keamanan makanan di swalayan, supermarket, pasar, dan pusat oleh-oleh. “Pengamatan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti dbd, campak, leptospirosis dan keracunan makanan,” paparnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Imogiri dr Sita Murti mengaku sudah menyiapkan berbagai kebutuhan saat terjadi kecelakaan. Puskesmas imogiri ini menjadi adalah satu tempat untuk mengevakuasi korban kecelakaan yang terjadi di jalan Mangunan. Puskesmas yang dipimoinnya itunsudah terakreditasi sehingga fasilitas standar pasti sudah siap. Bahkan layanan poli pun hanya tutup pada saat tanggal merah selain itu tetap memberi pelayanan. Instalasi Gawat Darurat akan petugas sebanyak 60 personel bergantian berjaga. (C-1)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lava Pijar Meluncur ke Kali Gendol

CANGKRINGAN (MERAPI) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, Gunung Merapi di perbatasan meluncurkan satu kali guguran

Close