SELAMA LIBUR IDUL FITRI: Bus Wisata Dilarang Lewat Jalur Cinomati

MERAPI-ANTARA Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan.
MERAPI-ANTARA
Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan.

BANTUL (MERAPI) – Kepolisian Resor Bantul melarang pengemudi bus pariwisata yang akan menuju kawasan wisata perbukitan Mangunan Dlingo, untuk melewati jalur Cinomati selama musim libur Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Sudah kita sosialisasikan juga untuk bus pariwisata selama operasi Ketupat Progo 2019 tidak ada yang lewat Cinomati ketika mau naik ke Dlingo,” kata Kepala Polres (Kapolres) Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan di Bantul, Minggu (26/5).

Larangan agar bus pariwisata tidak lewat Cinomati wilayah Wonolelo Pleret berbatasan dengan Dlingo itu, karena terdapat tanjakan ekstrim dengan jalan berkelok, sehingga jika tidak menguasai medan sangat berbahaya. Begitu juga sebaliknya, bus wisata dari arah Dlingo ketika menuju ke Bantul disarankan tidak melewati jalur tersebut, meskipun ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan itu masuk dalam peta atau maps dalam internet.

“Ini mengingat kondisi geografis jalan yang sangat rawan, karena nanti apabila ada bus remnya blong, apa jatuh tentunya akan menjadi kejadian-kejadian dalam perhatian nasional,” katanya dilansir Antara.

Kapolres mengatakan, larangan tersebut berlaku selama Operasi Ketupat Progo dalam rangka pengamanan Lebaran 2019 sejak 29 Mei sampai 10 Juni, tapi setelah operasi pengamanan berakhir kebijakan itu tidak bersifat larangan.

Meski begitu, seperti biasa aparat kepolisian bersama institusi terkait serta relawan akan siaga di sejumlah titik ruas jalur itu, guna membantu kelancaraan arus lalu lintas kendaraan terutama saat libur Lebaran.

“Kalau setelah operasi silakan, kita menjaga selama adanya operasi, karena begitu nanti ada kejadian bus terjun ke jurang ternyata itu selama operasi khususnya operasi ketupat ini, kejadian akan beda lagi daripada yang biasa,” katanya.

Berkaitan dengan hal itu, kata dia, Polres sudah mengadakan koordinasi dan rapat internal maupun eksternal untuk bus pariwisata tidak ada yang melewati baik Cinomati maupoun Imogiri naik ke Mangunan, namun lewat dari Patuk.

“Bukannya selamanya tidak boleh, namun khusus selama operasi saja mulai 29 Juni sampai 10 Juni, semua sudah kita imbau baik organda untuk menghindari jalur itu, tetap seperti tahun kemarin melewati dari Patuk,” katanya.

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul akan mengoptimalkan semua jalur utama dan jalur alternatif yang ada di wilayah ini, dalam menghadapi lonjakan arus mudik maupun angkutan pada Lebaran 2019. “Kesiapan kita dalam menghadapi peningkatan angkutan dan lonjakan arus mudik dengan posisi sebagai jalur lintas dan tujuan mudik dengan mengoptimalkan semua jalur utama dan jalur alternatif,” kata Kepala Dishub Bantul Aris Suharyanta.

Menurut dia, untuk jalur utama arus mudik dan balik dari Yogyakarta ke Bantul disiapkan melalui Sewon menuju Bantul dan sebaliknya, kemudian dari Yogyakarta ke Wonosari Gunung Kidul dipersiapkan jalur utama melewati Piyungan (jalan Wonosari) naik ke Patuk.

Sedangkan jalur alternatif DIY di wilayah Bantul dari Wates (Kulon Progo) ke Bantul dan Yogyakarta disiapkan jalur melalui simpang Toyan menuju Srandakan dan melewati Pandak dan melewati Bantul untuk kemudian masuk Jalan lingkar selatan Yogyakarta.

Sementara jalur alternatif untuk arus mudik dari Yogyakarta ke Wonosari disiapkan melalui jalur Pleret menuju Imogiri untuk kemudian menuju Wonosari setelah melalui Panggang dan Playen.

“Kita akan melengkapi atau pembenahan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan yang meliputi terminal, rambu-rambu baik portabel maupun rambu penunjuk jalan, marka jalan, alat penerangan jalan dan alat pengendali dan pengaman pengguna jalan,” katanya.

Sedang Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul Agus Jaka Sunarya mengatakan, sesuai arahan dari pemerintah mengimbau pengguna jalan agar mencoba jalur alternatif dan tidak terpaku pada satu jalan saja guna mengantisipasi kemacetan di jalur utama.

“Kalau untuk kenaikan arus lalu lintas saat mudik bisa sekitar tujuh sampai 10 persen, dan didominasi kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua. Dengan puncak kepadatan arus pada H-3 Lebaran,” katanya.

Dia juga mengatakan, dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalun lintas selama arus mudik dan balik Lebaran, Dishub Bantul mendirikan pos pengawasan dan pengendalian Lebaran di 20 lokasi. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Harry Sukmono.
DIKAJI DISPAR GUNUNGKIDUL: Pembentukan Objek Wisata Halal

WONOSARI (MERAPI) - Seiring beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan kajian pembentukan objek wisata halal atau wisata ramah

Close