SATPOL PP BANTUL MINTA: Spanduk Kemenangan Pemilu Tunggu Hasil KPU

BANTUL (MERAPI) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul, meminta agar pemasangan spanduk atau baliho kemenangan Pemilihan Umum 2019 menunggu hasil resmi yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kami memercayai KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu. Jadi, sebaiknya setelah pengumuman resmi dari KPU yang dijadwalkan 22 Mei 2019,” kata Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta di Bantul, Jumat (10/5).

Apabila ada spanduk yang terpasang, pihaknya akan menertibkan guna menjaga situasi ketenteraman dan ketertiban di Bantul. “Jadi, kalau ada klaim sudah menunjukkan (menang), itu bukan atas dasar kelembagaan resmi dari pada penyelenggara pemilu,” katanya dilansir Antara.

Yulius Suharta mengatakan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres, Kodim, KPU, dan Bawaslu setempat sehubungan dengan penurunan spanduk tersebut.

Penertiban itu, kata dia, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bantul Nomor 20 Tahun 2015 tentang Perizinan Pemasangan Reklame dan Informasi untuk menjaga penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban di Bantul.

“Sampai dengan Kamis (9/5) spanduk sudah ditertibkan di wilayah Sedayu, kemudian di empat titik di wilayah Kecamatan Pleret. Semua sudah ditertibkan, atau totalnya lima spanduk,” katanya.

Satpol PP Bantul juga telah mengantisipasi kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan penyakit masyarakat (pekat) dan berpotensi mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah puasa.

“Sebagai antisipasi berkaitan dengan ‘pekat’, kemarin di 26 April kita telah melakukan penertiban terhadap kegiatan hiburan yang ada di kawasan pantai,” kata Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta di Bantul, Kamis (8/5).

Menurut dia, setidaknya ada dua kawasan pantai selatan Bantul yang menjadi sasaran penertiban aparat pemerintah, yaitu di kawasan Pantai Samas dan Pantai Parangtritis, karena disinyalir kegiatan hiburan seperti karaoke masih ada di daerah itu.

“Kami tertibkan untuk bisa menyesuaikan pada satu situasi terutama untuk kegiatan yang berdampak ‘pekat’, sehingga kita melaksanakan penertiban terhadap usaha usaha yang mungkin ilegal seperti karaoke dan sebagainya,” katanya.

Dia juga mengatakan, bagi pemilik tempat hiburan malam, tempat karaoke dan panti pijat juga diminta mengindahkan aturan tentang jam buka operasional selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah yaitu dari pukul 21.00 sampai 24.00 WIB.

Sedang untuk mencegah peredaran minuman keras dan praktik minum minuman keras, kata dia, Satpol PP sudah melakukan penertiban pada menjelang puasa lalu di beberapa titik yang selama ini diduga terdapat perilaku negatif tersebut.

“Untuk minuman keras pada 2 Mei kemarin kita lakukan penertiban di tiga titik, yaitu di Karangtalun Imogiri, Wirokerten Banguntapan dan Ngestiharjo Kasihan, supaya kita antisipasi beberapa kegiatan usaha yang berdampak pada pekat,” katanya.

Menurut dia, langkah antisipasi kegiatan yang berpotensi menjadi pekat tersebut guna menciptakan situasi yang kondusif dan menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat serta menghormati warga muslim yang menjalankan ibadah puasa.
“Prinsip dari pemkab selama bulan puasa ini berupaya menjaga ketenteraman dan ketertiban, kemudian meningkatkan kondusifitas di Bantul untuk menghormati pelaksanaan bulan puasa dan tingkatkan toleransi beragama,” katanya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
BUKA BERSAMA PIMPINAN UGM DAN WARTAWAN: Peran Media Sangat Penting Publikasikan Penelitian

YOGYA (MERAPI) - Dalam dunia pendidikan seperti kampus, peran wartawan sangat penting terutama dalam menyebarkan berbagai informasi kegiatan termasuk hasil

Close