DINILAI LANGGAR KODE ETIK: Empat Pengawas TPS Diganti

Ilustrasi Pemilu 2019
Ilustrasi Pemilu 2019

BANTUL (MERAPI) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul, melakukan penggantian terhadap empat petugas pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat proses pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL), Sabtu 27 April lalu.

Ketua Bawaslu Bantul Harlina di Bantul, Minggu (28/4) mengatakan, empat petugas Pengawas TPS diganti dan tidak dipakai saat PSU maupun PSL, karena dinilai melanggar kode etik ketika menjalankan tugas kepengawasan pada pemungutan 17 April.

“Dari sebanyak 14 TPS yang melaksanakan PSU (12 TPS) dan PSL (dua TPS) ada empat pengawas TPS yang memang diganti tidak melakukan pengawasan kembali, sementara yang 12 orang masih sama pengawas TPS yang kemarin,” katanya.
Empat pengawas yang diganti itu adalah pengawas TPS 20 Desa Srigading Kecamatan Sanden, TPS 10 Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri, TPS 19 Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak serta TPS 7 Desa Sidomulyo Kecamatan Bambanglipuro.

“Sesuai dengan arahan dari Bawaslu RI pengantian petugas pengawas TPS bisa diambilkan dari warga setempat. Bukan rekrut baru, tapi gunakan pengawas TPS wilayah terdekat dan di SK-kan, di SK-kan satu bulan,” jelasnya dilansir Antara.

Harlina menjelaskan, alasan empat pengawas TPS itu diganti Bawaslu karena yang bersangkutan kurang profesional, saat menjalankan tugas, ada salah pemahaman terhadap pemilih yang bukan warga setempat atau tidak membawa form A5 namun diberikan kesempatan untuk mencoblos.

Dia juga mengatakan, pengawas TPS itu tidak memiliki inisiatif berkonsultasi dengan pimpinan di atasnya, padahal secara struktural harus berkonsultasi dulu sebelum memutuskan sesuatu di TPS agar tidak masuk dalam kategori pelanggaran kode etik.

“Empat pengawas TPS ini variatif hasilnya pemeriksaan, ada yang paham secara struktural harus konsultasi di atasnya. Itu yang menjadi dugaan pelanggaran TPS. Seharusnya kalau tidak sesuai aturan ‘cut’ dulu kemudian konsultasi,” katanya.

Namun demikian, pihaknya membantah adanya dugaan yang sebelumnya berkembang bahwa pengawas TPS melakukan intervensi terhadap petugas KPPS, sebab setelah dilakukan pemeriksaan hal itu tidak terbukti.

Sementara angka partisipasi pemilih dalam pelaksanaan PSU di 12 TPS dan PSL di TPS wilayah Kabupaten Bantul, mencapai 75 persen. “Persentase kehadiran pemilih PSU dan PSL total sebanyak 75,4 persen, tidak terlalu buruk,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Musnif Istiqomah, Sabtu (27/4).

KPU Bantul secara serentak melaksanakan PSU di 12 TPS dan PSL di dua TPS, atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena ada kesalahan administrasi. Dengan partisipasi pemilih pada PSU maupun PSL sebesar itu tidak terlalu rendah dan patut diapresiasi mengingat pelaksanaannya tidak bertepatan dengan hari libur bagi sebagian pekerja dibanding dengan pemungutan 17 April 2019.

Sebelumnya, dia mengatakan, sebagai upaya dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada PSU maupun PSL, KPU Bantul mengadakan lomba swafoto berlatar belakang TPS tersebut bagi pemilih yang datang dan menggunakan hak pilihnya.

“Lomba swafoto ini untuk menarik tingkat partisipasi masyarakat. Tujuannya mengajak masyarakat supaya mau menggunakan hak pilih di TPS masing-masing baik dalam PSU maupun PSL,” katanya.

Adapun persentase partisipasi pemilih pada PSU tiap TPS adalah TPS 07 Sidomulyo Bambanglipuro 57,9 persen dari total pemilih (DPT + DPTb + DPK) 240 orang, kemudian TPS 02 Sumbermulyo sebesar 63,3 persen dari total pemilih 241 orang.

TPS 09 Singosaren Banguntapan sebesar 71 persen dari 293 pemilih, TPS 10 Desa Sriharjo Imogiri sebesar 81 persen dari 236 pemilih, TPS 10 Desa Kretek Parangtritis sebesar 77,9 persen dari 195 pemilih, TPS 19 Desa Gilangharjo Pandak sebesar 78 persen dari 266 pemilih.

TPS 33 Gilangharjo Pandak sebesar 82 persen dari 268 pemilih, TPS 51 Gilangharjo sebesar 85 persen dari 222 orang, kemudian TPS 03 Bangunharjo Sewon sebesar 73,5 persen dari 298 pemilih, TPS 25 Bangunharjo Sewon sebesar 60,9 persen dari 276 pemilih.

TPS 76 Pangungharjo Sewon (PSL) sebesar 87 persen dari 24 pemilih, TPS 18 Desa Poncosari Srandakan sebesar 88,3 persen dari 188 pemilih, TPS 20 Desa Srigading Sanden sebesar 85,5 persen dari 200 pemilih, TPS 33 Desa Tamantirto Kasihan sebesar 100 persen dari 14 pemilih. (*)

Read previous post:
Gowes Wisata dan Festival Angklung Jadi Daya Tarik Baru Wisata Kuningan

KUNINGAN (MERAPI)- "Gowes Wisata” atau bersepeda santai mengelilingi Waduk Darma Kuningan dan Festival Angklung digelar di Kuningan, Jawa Barat, dan

Close