Bupati Bantul: UNBK Tidak Ada Hambatan

BANTUL (MERAPI) – Bupati Bantul Suharsono memantau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat sekolah dasar dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah pertama. “Hari pertama ujian ini saya pantau langsung bersama semua pejabat dengan dibagi tiga kelompok, saya pimpin kelompok satu,” kata Bupati di sela memantau pelaksanaan UNBK di salah satu SMP Bantul, Senin (22/4).

Menurut dia, tiga kelompok yang memantau pelaksanaan UASN tingkat SD/MI dan UNBK jenjang SMP/MTs tahun 2019 itu, dua kelompok lainnya dipimpin Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan kelompok tiga dipimpin Sekda Bantul Helmi Jamharis.

Pada kesempatan itu, Bupati yang didampingi beberapa pejabat di antara dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memantau pelaksanaan USBN hari pertama di dua sekolah dan UNBK di dua sekolah. “Prinsip saya akan lihat langsung kesulitannya, ada hambatan apa untuk kita evaluasi tahun depan, ternyata rata-rata semua berjalan lancar tidak ada hambatan,” kata Bupati dilansir Antara.

“Dan Alhamdulillah mudah-mudahan sampai hari terakhir ujian nanti tidak ada hambatan, harapan saya semua bisa lulus, nilai sesuai harapan dan memuaskan, sehingga sesuai harapan para guru dan orang tua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko mengatakan, sebanyak 506 sekolah terdiri dari 115 SMP dan MTs dan 391 SD/MI melaksanakan ujian secara serentak. Bagi siswa SMP mengikuti UNBK dan siswa SD mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Menurut dia, berdasarkan data, UNBK SMP/MTs tahun akademik 2019 diikuti sebanyak 115 sekolah dengan jumlah siswa 12.643 peserta. Dari 115 sekolah itu 47 di antaranya adalah SMP negeri dan sisanya sekolah swasta.
Sedangkan terkait USBN SD di Bantul, jumlah peserta ujian secara keseluruhan sebanyak 13.313 siswa yang tersebar di 319 sekolah, terdiri dari 281 sekolah negeri, tiga madrasah negeri dan 80 sekolah swasta serta madrasah swasta 28 sekolah.

“USBN tingkat SD dilaksanakan selama empat hari sampai Kamis (25/4) mendatang. Untuk kemudian dilanjutkan dengan Ujian Sekolah,” katanya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Puluhan WNA penipu dan barang bukti alat kumunikasi. (Merapi/Sukaryono)
Puluhan WNA Ngaku Penegak Hukum “Peras’Pejabat Nakal dari Negara Asal

SEMARANG (MERAPI) - Aksi penipuan maupun pemerasan dari jarak jauh antarnegara melibatkan orang asing yang tiggal di Semarang dengan sasaran

Close