22 Warga Binaan Tak Punya Hak Pilih

MERAPI-TEGUH Coffee Morning Kemenhum dan HAM DIY.
MERAPI-TEGUH
Coffee Morning Kemenhum dan HAM DIY.

BANGUNTAPAN (MERAPI) – Sebanyak 22 warga binaan di lingkungan Kemenhum dan HAM DIY, tidak memiliki hak pilih dalam pesta demokrasi Pemilu 2019, tanggal 17 April mendatang. “Mereka 9 di antaranya karena warga negara asing (WNA), 12 orang warga binaan di bawah umur dan seorang polisi aktif,” kata Kepala Kemenhum dan HAM DIY Krismono dalam acara Coffee Morning dengan wartawan di Ketandan, Banguntapan, Jumat (12/4).

Krismono menjelaskan, bahwa di 9 unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan kerjanya, saat ini ada 1682 warga binaan. Jumlah ini menurut dia, merupakan terendah bila dibanding dengan jumlah warga binaan di Jakarta dan Jawa Timur. Meski begitu dia berharap agar jumlah itu tidak lantas naik, karena warga Yogyakarta masih menjunjung tinggi hukum dan perundangan yang berlaku.
Dari jumlah itu menurut Krismono yang sudah tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada sekitar 959 orang, selebihnya akan masuk dalam DPTb.

Dijelaskan juga oleh Krismono dari 9 UPT akan dilayani 8 TPS Khusus di dalam Lapas maupun Rutan yang ada di wilayah kerja Kemenhum dan Ham DIY.
“Persiapan pelaksanaan pemilihan umum baik di Lapas, Rutan sudah berjalan dan kita selalu berjoordinasi dengan KPU daerah,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa Yogyakarta akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat pejabat tinggi, Meeting of the Senior Officials on the Treaty on Mutual Legal Assisteance in Criminal Matters (Among Like Minded ASEAN Member Countries) atau SOMMLAT ke-9 dan pertemuan tingkat menteri, Metting of Attorney Generals/ Minister of Justice and Minister of Law on the Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters ke-6, pada 23-25 April. Agenda utamanya adalah peningkatan status penjanjian MLA se ASEAN menjadi dokumen ASEAN.

“Ini merupakan agenda pertemuan internasional tingkat menteri-menteri ASEAN, kebetulan Indonesia menjadi tuan rumah dan Yogyakarta menjadi kota penyelenggaranya. Indonesia pernah menjadi tuan rumah juga di kota Bandung,” kata Krismono.

Selain menjelaskan sejumlah agenda penting yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, Krismono yang didampingi Kepala Divisi Administrasi Novita Ilmaris, Kepala Difisi Keimigrasian Sonny Sudarsono dan Kepala Bidang Hukum Kus Aprianawati, mengungkapkan pentingnya menjalin kemitraan dengan wartawan dalam upaya lebih mendekatkan pemahaman tentanghukum kepada masyarakat luas. Menurut dia, adanya pertemuan ini diharapkan akan lebih terjalin komunikasi serta silaturahmi antara Kemenhum dan HAM DIY dengan para wartawan.

“Saya baru enam bulan tugas di Yogyakarta, meski asli saya Yogyakarta tapi selama 28 tahun saya malang melintang di Jawa Timur,” tuturnya. (Teguh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Paket Diving Terbaik Direlease Indonesia Melalui Adex 2019

SINGAPURA (MERAPI)– Paket diving terbaik ditawarkan Indonesia melalui Asia Dive Expo (Adex) Singapura 2019. Poros utama paket wisatanya mengacu kepada

Close