Lestarikan Seni Tradisional Wujud Kepribadian Berbudaya

MERAPI-AWAN TURSENO Idham Samawi dan Suratman foto bersama kesenian Doger Macan Gembong.
MERAPI-AWAN TURSENO
Idham Samawi dan Suratman foto bersama kesenian Doger Macan Gembong.

IMOGIRI (MERAPI) – Anggota DPR RI HM Idham Samawi menilai, melestarikan budaya asli daerah mencerminkan perintah Proklamasi 1945. Seperti halnya masyarakat Desa Girirejo tetap mempertahankan kesenian daerah jathilan yang telah dikreasi lebih menarik.

“Amanat Proklamasi 1945 salah satunya yaitu, Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung. Kita menginjak bumi Jawa, budaya Jawa yang harus dijunjung setinggi-tingginya. Ini wujud dari kepribadian berbudaya,” kata Idham Samawi saat menghadiri pentas jathilan Doger Macan Gembong di Dusun Banyusumurup, Girirejo, Imogiri, Minggu (24/3).

Dijelaskan, pemerintah menyediakan anggaran untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan. Kesenian warisan nenek moyang harus dijaga agar tidak tergerus kemajuan teknologi dan budaya asing. Jika masyarakat kesulitan mengajukan bantuan, dapat disampaikan kepada anggota dewan sebagai wakil rakyat.

“Desa Girirejo memiliki anggota DPRD Bantul yaitu Suratman. Minta tolong saja untuk menyampaikan proposalnya ke instansi terkait. Terbukti, dana aspirasi bisa dikucurkan untuk penyelenggaraan pentas jathilan seperti ini,” imbuh Idham.

Tak hanya pengembangan kesenian tradisional, pembangunan fisik yang membutuhkan dana hingga milyaran rupiah dapat diusulkan ke pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) anggaran yang disediakan sebanyak Rp 17,5 juta untuk satu rumah. Adapula anggaran pembangunan sarana irigasi desa, infrastruktur berbasis kecamatan, lampu penerangan jalan tenaga surya, jembatan maupun sarana fisik lain.

Anggota DPRD Bantul, Suratman menjelaskan, di Desa Girirejo terdapat tiga kelompok kesenian jathilan dengan kreasi berbeda yaitu di Dusun Gajayan, Bronco dan Tegalrejo. Ketiganya hingga saat ini masih tetap dilestarikan. Jika dikelola dengan baik, potensi budaya ini dapat menjadi salah satu sektor yang mampu menyedot wisatawan untuk berkunjung ke Imogiri.

“Doger Macan Gembong ini berasal dari Dusun Gejayan. Tetapi mereka pernah pentas hingga tingkat nasional. Ini artinya sangat menarik bagi masyarakat luas, bukan hanya di Imogiri,” ungkap anggota Fraksi PDIP ini.

Lebih menarik lagi, orang luar negeri datang ke Indonesia yang ingin belajar seni tidak akan memperdalam ilmu musik rock. Tetapi yang diminati adalah kesenian tradisional seperti gamelan, kethoprak, jathilan, macapat maupun lainnya.

Begitu pula terkait pembangunan baik fisik dan non fisik, anggaran yang dimiliki desa sangat terbatas. Sehingga tidak mungkin akan membangun yang menghabiskan dana hingga milyaran rupiah. Kreatifitas masyarakat dituntut untuk mengajukan anggaran ke pemerintah pusat yang mampu mengucurkan dana besar.

Sinergitas atau kerjasama antara masyarakat dengan anggota DPR, DPRD DIY, dan DPRD kabupaten menjadi sangat penting untuk mewujudkan pembangunan adil dan merata. (Awn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kades Baru Tak Langsung Digaji

KARANGANYAR (MERAPI) - Usai dilantik menjabat di periode 2019-2025 pada Kamis (21/3), 105 kades terpilih langsung bertugas di wilayah masing-masing.

Close