DEKLARASI PEMILU DAMAI PWNU DIY – Momentum Penanda Peradaban Indonesia

MERAPI-TEGUH Pembacaan Deklarasi Pemilu Damai PWNU DIY.
MERAPI-TEGUH
Pembacaan Deklarasi Pemilu Damai PWNU DIY.

BANGUNTAPAN (MERAPI) – Sebagai bagian dari elemen bangsa, warga Nahdlatul Ulama menegaskan bahwa Pemilu bukan saja momentum untuk memilih pemimpin yang akan mengelola negara ini dalam kurun waktu 5 (lima ) tahun ke depan, tapi juga sebagai penanda peradaban Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk pemeluk Islam terbesar di dunia, Indonesia akan menjadi rujukan internasional apabila mampu melewati saat-saat krusial termasuk momentum pemilu dengan aman dan damai. Demikian antara lain poin Deklarasi Pemilu Damai PWNU DIY pada pembukaan rapat pleno di Omah PMII Karangjambe Janti Banguntapan Bantul, Sabtu (9/3).

Deklarasi dipimpin KH Dr Hilmy Muhammad (pengurus Syuriah PWNU DIY) disaksikan Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Danrem 027 Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni dan pengurus cabang NU se-DIY. Selain itu, PWNU DIY juga menyerukan masyarakat agar terlibat dan berpartisipasi aktif selama penyelenggaraan Pemilu untuk meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia serta menghasilkan pemimpin yang legitimate. Juga agar memanfaatkan Pemilu untuk memilih putra-putri terbaik sebagai pemimpin bangsa. Dengan memastikan Pemilu 2019 berjalan dengan aman, sejuk dan damai.

“Tidak mengotori Pemilu tahun 2019 dengan politik uang, penyebaran hoax dan fitnah yang berpotensi memecah ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan antar warga negara,” tandas Hilmy.

Di samping itu PWNU DIY juga mendukung sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelenggarakan Pemilu secara LUBER dan JURDIL serta sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia. “Semoga Pemilu berjalan lancar, sejuk dan damai serta menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang legitimate dan amanah serta mampu membawa bangsa Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, adil makmur dan sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri mengungkapkan, meski kampanye masih bersifat tertutup, tapi di DIY sudah terjadi 17 kali konflik massa selama pelaksanaan tahapan kampanye tertutup berlangsung. Pihaknya mengkhawatirkan, saat kampanye terbuka pada 24 Maret sampai 13 April mendatang jumlah konflik bertambah. Karena itu pihak aparat keamanan ingin membangun sinergi dengan semua komponen terkait.

“Deklarasi Pemilu Damai seperti ini merupakan upaya mengantisipasi terjadinya konflik,” bebernya.

Sedangkan Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni menilai, selama ini kualitas naionalisme para kader NU tak perlu diragukan lagi. Kader NU tidak mungkin radikal bahkan rohmatan lil’alamin. “Kader NU bisa jadi andalan NKRI, ” kata Brigjen M Zamroni.

Di kesempatan yang sama Wakil Ketua PWNU DIY Fahmi Akbar Idris mengajak warga Nahdliyyin untuk mendukung penuh pelaksanaan pemilu yang aman dan damai. Caranya dengan ikut berpartisipasi mencoblos, dan mengeliminir ujaran kebencian yang bertujuan mendelegitimasi pemilu.

“Ini adalah pemilu yang krusial karena dilakukan lima pemilihan. Jika bisa melewatinya dengan baik, maka Indonesia akan sukses menunjukkan jargon sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang demokratis,” ucap Fahmi kepada sejumlah awak media. (Teguh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Konflik Rebutan Rezeki

REZEKI memang harus dicari. Tapi kalau sampai harus berkonflik dengan orang lain, tentu bisa menimbulkan masalah baru. Bahkan, dampaknya tidak

Close