PENDAMPINGAN DAN PEMBEKALAN KELOMPOK TANI PERLU DIGENJOT – Peluang Pasar Ikan Budidaya Terus Bertambah

MERAPI-RIZA MARZUKI Aslam Ridlo bersama petugas Dinas Kelautan DIY memberikan bimbingan teknis kepada kelompok tani ikan penerima bantuan Pemerintah.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Aslam Ridlo bersama petugas Dinas Kelautan DIY memberikan bimbingan teknis kepada kelompok tani ikan penerima bantuan Pemerintah.

JETIS (MERAPI) – Petani ikan budidaya di DIY baru bisa memenuhi 60 persen dari total kebutuhan di empat kabupaten dan satu kota. Sementara 40 persen sisanya didatangkan dari luar DIY setiap hari. Pemerintah tengah mengoptimalkan pendampingan dan pengembangan kapasitas petani ikan budidaya untuk meningkatkan jumlah produksinya. Di sisi lain peluang pasar ikan masih cukup besar, namun kondisi petani masih sangat sedikit yang serius dalam usaha budidaya ikan. Hal ini menjadi pokok bahasan dalam Bimtek yang dilakukan Dinas Kelautan DIY di Beji, Jetis, Bantul, Senin (11/2).

Kasi Pengembangan Usaha Budidaya Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan DIY, Non Prihatin Budiarti, menjelaskan produksi ikan budidaya di wilayahnya setiap tahun kurang dari 100 ribu ton. Padahal kebutuhannya mencapai 160 ribu ton setiap tahunnya. Dijelaskannya setiap hari harus mengambil ikan dari luar daerah seperti Boyolali, Tulungagung, dan wilayah Jawatimur untuk memenuhi kebutuhan tersebut. “Komuditas paling banyak lele, nila, dan gurami,” jelasnya.

Target tahun 2018 yang lalu sebesar Rp 91 ribu ton dapat dipenuhi. Sedangkan target produksi tahun ini meningkat sebanyak 95 ribu ton dalam setahun. Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan produksi budidaya ikan tersebut, salah satunya dengan membarikan bantuan hibah kepada para petani ikan budidaya. Pihaknya menganggarkan dana hingga Rp 2,4 miliar untuk 123 kelompok se DIY. Di Bantul sendiri awal tahun ini diberikan kepada 14 kelompok. Hibah tersebut diserahterimakan dalam bentuk barang, baik bibit, pakan, dan sarana budidaya. “Proses lelang sudah dimulai oleh ULP, kemungkinan tanggal 24 Februari ini sudah penetapan,” sebutnya.

Bimbingan teknis (Bimtek) kemarin, menurut Non Prihatin diikuti oleh kelompok petani ikan budidaya yang akan mendapatkan hibah dari pemerintah. Bimtek ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan sebelum para petani ini mengelola bantuan pemerintah, sehingga bisa memaksimalkan hasilnya. Termasuk memberikan motivasi agar budidaya ikan ini terus dikembangkan menyambut peluang pasar di DIY masih cukup besar. “Ini satu proses rangkaian yang nantinya diharapkan kita bisa memenuhi kebutuhan ikan budidaya di DIY,” paparnya.

Sementara, salah satu petani ikan budidaya dari Imogiri, Anang, menjelaskan bahwa para petani ini seringkali terkendala oleh keterbatasan pengetahuan. Dicontohkan, dia bersama beberapa petani lainnya mengelola 20 petak kolam di Wukirsari. Satu kolam bisa ditebar benih sekitar 5 ribu ekor. Dari penghitungan awal, harapannya bisa memanen sekitar 5 kwintal ikan jenis lele. Namun karena banyak yang mati jelang panen, petani hanya bisa menghasilkan sekitar 3,4 kwintal. “Saat benih sampai proses pembesaran, lebih sering berhasil, tapi ketika saat mau panen malah banyak yang gagal,” keluh Anang.

Kondisi demikian, dikatakan Anang menunjukkan masih sangat dibutuhkannya pendampingan intensif dari pemerintah. Petani seringkali tidak mengetahui penyebab gagalnya budidaya tersebut. Termasuk kebutuhan inovasi penghasil pelet pakan secara mandiri. Kebutuhan pakan selama ini sangat tergantung dengan penyedia, sehingga petani sering direpotkan dengan harga pakan yang tidak menentu. “Saya sering cari ayam tiren untuk pakan, seandainya itu bisa diolah menjadi pelet pertumbuhan ikan akan maksimal,” ungkapnya.

Di sela bimtek, Anggota Komisi B DPRD DIY, Aslam Ridlo mengakui masih banyak petani yang terhitung belum profesional. Bahkan kelompok tani baru banyak bermunculan. Petani yang tidak memiliki pengetahuan yang mumouni dalam bidang budidaya justru berpotensi mengalami kerugian. Sehingga Komisi B DPRD DIY mendorng agar pendampingan ini bisa optimal, termasuk pendampingan dalam masa budidaya, hasil olahan, dan pemasaran. “Dinas ini juga rekan kerja kita, kita sudah sepakat untuk melakukan pendampingan dengan program-program langsung ke petani,” sebutnya.

Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Bantul ini juga menyanpaikan bahwa proses pendampingan dan bimtek serta pemberian bantuan untuk petani ini merupakan bagian dari beralihnya konsumsi daging ke ikan. Konsumsi masyarakat terhadap ikan justru mengalami peningkatan. Namun hal ini belum sebanding dengan jumlah kapasitan produksi daerah. “Pemberian hibah ini juga harus dipantau, jangan sampai petani gagal melakukan pengembangan,” pungkasnya. (C-1)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pasien Penyakit Kronis Dapat Bantuan

KARANGANYAR (MERAPI) - PMI Karanganyar membagikan secara cuma-cuma kursi roda bagi penyandang penyakit kronis dari kalangan ekonomi lemah. Sumber pengadaan

Close