PENGELOLAAN OBYEK WISATA PROFESIONAL-Beri Kenyamanan Setiap Pengunjung

Suratman saat menjaring aspirasi (reses) kepada masyarakat Kecamatan Dlingo. (MERAPI-AWAN TURSENO)

OBYEK wisata di Kecamatan Dlingo yang terus berkembang harus dipertahankan. Jumlah pengunjung dari waktu ke waktu mengalami peningkatan menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat yang berdampak pada peningkatan ekonomi warga. Kondisi yang cukup menggembirakan ini jangan sampai hancur karena pengunjung enggan untuk berwisata karena pengelolaan tidak profesional.

“Pemerintah Kabupaten Bantul, desa di wilayah Kecamatan Dlingo serta masyarakat telah bersusah payah menggali dan merintis potensi wisata. Sekarang sudah berkembang sangat pesat. Kedepan, bukan hanya menambah daerah tujuan wisata baru, tetapi ada yang sangat penting yaitu memberi kenyamanan kepada pengunjung,” papar Suratman, anggota DPRD Bantul saat menjaring aspirasi (reses) di obyek wisata Becici Muntuk Dlingo, Sabtu (9/2) malam.

Suratman mengungkapkan, awalnya wilayah Kecamatan Dlingo merupakan daerah terisolir. Potensi wisata yang dikembangkan berawal dari berdirinya Kebun Buah Mangunan. Namun, potensi tersebut tidak dapat berkembang pesat seperti yang diharapkan. Tetapi, beberapa tahun terakhir, kondisinya berubah total menjadi tujuan wisata favorit setelah bermunculan obyek wisata lain yang dirintis masyarakat.

“Tahun 2014, Kebun Buah Mangunan hanya memperoleh pemasukan Rp 600 juta per tahun. Bahkan pada waktu itu sudah akan ditutup. Tetapi saya bersama teman-teman di dewan bersikukuh mempertahankan,” kisahnya.

Setelah dikelola dan dikembangkan lebih maksimal, lanjut Suratman, pada tahun 2015, pendapatan wisata tersebut mengalami peningkatan menjadi Rp 1,2 miliar, 2016 sebesar Rp 2,2 miliar dan tahun 2017 mencapai Rp 2,5 miliar. Dampak ini juga semakin terasa sejak obyek wisata lain tumbuh yang dibangun dan dikelola masyarakat.

“Destinasi wisata di wilayah Dlingo saat ini menjadi tujuan favorit wisatawan yang telah jenuh dengan kondisi perkotaan maupun bangunan. Mereka lebih memilih obyek baru dengan pemandangan alam pegunungan, lembah, ngarai, hutan dan taman bunga untuk berswafoto (selfie),” imbuh anggota Fraksi PDIP ini.

Perkembangaan ini akan terus meningkat tajam dampak dari dibangunnya bandara baru New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo yang akan beroperasi pada April 2019. Prospek cerah ini akan terwujud apabila masyarakat dan pengelola bekerjasama dengan menjaga keamanan, kebersihan, sopan santun dan kenyamanan pengunjung. Disamping itu, kreatifitas warga agar terus dikembangkan terutama bidang kuliner dan kerajinan.(Awn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Perakit Kotak Suara Dikawal Polisi Bersenjata

WATES (MERAPI) - KPU Kulonprogo mulai merakit kotak suara yang akan digunakan dalam Pemilu 2019, di gudang logistik KPU, Senin

Close