KPU Pastikan Pemilih Difabel Terlayani

Ilustrasi Pemilu 2019

BANTUL (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, memetakan pemilih dari kalangan difabel sesuai dengan keterbasannya guna memastikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dalam pemungutan suara Pemilu 2019. Ketua KPU Kabupaten Bantul Didik Joko Nugroho di Bantul, Rabu (26/12), menyebutkan sekitar 1.900 difabel tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Setelah didata, harus diberi kode, seperti tunadaksa itu (kode) apa, tunanetra dan tunarungu itu apa, itu bagian melindungi hak konstitusi difabel sesuai dengan asas, yaitu aksesibilitas disabilitas.

Didik juga selalu mengingatkan kepada teman-teman panitia pemilihan tingkat kecamatan dan desa (PPK/PPS) sampai KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) di TPS agar pelayanan terhadap difabel disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Salah satu masukan terkait dengan pelayanan kepada calon pemilih dari kalangan difabel, bahkan menjadi evaluasi dalam pelaksanaan Pemilu 2014, kata Didik, adalah terkait dengan kelayakan TPS untuk tunadaksa sehingga pada Pemilu 2019 harus sudah diantisipasi.

“Yang menjadi evaluasi di Pemilu 2014 karena ada keluhan tunadaksa bahwa kotak untuk memasukkan surat suara terlalu tinggi. Pemetaan di kalangan disabilitas ini dalam rangka memastikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya dikutip Antara.

Terkait dengan pemetaan terhadap kaum difabel di Bantul, KPU juga bekerja sama dengan organisasi disabilitas, seperti Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Bantul untuk memudahkan pemetaan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan PPDI dan Pertuni. “Kalau secara akumulatif jumlah disabilitas di Bantul ada sekitar 4.000 orang. Akan tetapi, itu sejak dari usia anak-anak sampai tua, sedangkan 1.900-an disabilitas yang dirilis itu yang sudah punya hak pilih,” katanya. (*)

Read previous post:
Wanita Setengah Baya Tabrak KA

SEMARANG (MERAPI) - Seorang wanita setengah baya nekad mengakhiri hidupnya dengan jalan menabrakkan diri kereta api, Rabu,(26/12) sekitar pukul 10.30

Close