Program Pamsimas Sasar 30 Desa

IMOGIRI (MERAPI) – Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Kabupaten Bantul, hingga 2017 telah menyasar di 30 desa.

“Pemkab Bantul sejak 2014 telah mengikuti program Pamsimas dan hingga 2017 pelaksanaan Pamsimas telah menyasar di 30 desa, dengan total anggaran Rp 11,9 miliar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul Bobot Arifiaidin, Kamis (12/7).

Hal itu dikatakannya di sela acara peluncuran kebijakan tentang Sinergitas Penyediaan Air Bersih di Bantul dan peresmian Pamsimas III di Dusun Payaman Lor, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri oleh Bupati Bantul, Suharsono.

Menurut Bobot, total anggaran sebesar Rp 11,9 miliar itu terdiri BLM APBN sebesar Rp 6,78 miliar, sharing APBD sebesar Rp 1,3 miliar, sharing APBDesa Rp 280 juta, swadaya tunai dari masyarakat sebesar Rp 720 juta dan swadaya tenaga kerja masyarakat Rp 1,08 miliar.
Bobot menjelaskan, ruang lingkup kegiatan Pamsimas di Bantul meliputi pemberdayaan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan sistem penyediaan air minum (SPAM) terbangun, penerapatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kemudian penyediaan sarana prasana air minum dan sanitasi sekolah, pengembangan kelembagaan pengelola SPAM tingkat masyarakat dan peningkatan anggaran pemkab dalam melaksanakan sharing replikasi program Pamsimas,” katanya dikutip Antara.

Pada tahun 2017 program Pamsimas dilaksanakan di 10 desa sasaran dan secara bersamaan dilaksanakan kegiatan hibah khusus Pamsimas dalam rangka mengoptimalkan SPAM desa-desa Pamsimas tahun lalu. Namun kemudian mengalami kendala dalam operasional sistemnya, sehingga pada tahun ini dilanjutkan penyempurnaannya menggunakan dana APBD 2018 sebagai sharing dana APBN DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) 2018.

“Penyempurnaan pada tahun 2018 dilaksanakan di lima desa Bantul, yaitu Desa Poncosari Srandakan, Desa Segoroyoso Pleret, Desa Seloharjo Pundong, Desa Argomulyo Sedayu dan Desa Caturharjo Pandak,” katanya.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar dan utama bagi kehidupan manusia, oleh karena itu harus diupayakan dapat terpenuhi dengan baik sesuai dengan syarat yang telah ditentukan. “Yaitu dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, kontinuitas, keterjangkauan baik akses/jarak dan biaya untuk menuju kondisi masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tandasnya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KELOMPOK KAMLING SIYONO KIDUL – Juara II Lomba Siskamling se Polda DIY

WONOSARI (MERAPI) - Kelompok Siskamling ‘Lumbu Gerang’ Dusun Siyonokidul, Logandeng, Playen wakil Kabupaten Gunungkidul dinyatakan juara 2 dalam lomba Siskamling

Close